-->

Protein : Struktur, Penggolongan Denaturasi Dan Uji Protein


Halo adik adik selamat datang diblog bisa juara, nah kali ini kita akan membahas materi mengenai protein , pastinya kamu sudah tau apa itu protein kan ? disd kita sudah belajar mengenai protein terdapat di buah buah dan sayuran, nah kali ini kita akan belajar lebih spesifik pada Struktur, Penggolongan Denaturasi Dan Uji Protein. nah tanpa basa basi lagi yuk kita lanjut aja kematerinya

Protein

1)    Struktur dan Tata Nama Protein

Protein merupakan senyawa makromolekul yang terbantuk dari hasil polimerisasi kondensasi sebagai asam amino. Setiap molekul protein mangandung sekitar 20 jenis asam amino yang berikatan, dengan jumlah asam amino yang dapat mancapai ribuan. Antarmolekul asam amino tersebut berikatan konvalen yang disebut ikatan peptida. Ikatan peptida ini terjadi anatara atom C (dari gugus-COOH) dan atom N (dari  gugus-NH₂)
Suatu rangkain asam amino diberi nama dengan cara menambahkan akhiran -il pada asam amino awal (yang memiliki gugus fungsional bebas, -NH₂), diikuti asam amino berikutnya, kemudian diakhiri dengan asam amino terakhir (yang memiliki gugus fungsi bebas –COOH) tanpa akhiran –il. Misalnya,senyawa tripeptida yang terbentuk dari asam amino glisin, alanin, dan fenilalanin diberi nama glisilalanilfenilalanin.


Rangkaian asam amino yang membentuk protein sering dikelompokan kedalam empat tingkatan stuktur, yatu primer,skunder, tersier dan kuarterner. Struktur primer merupakan rantai terpendek dari asam amino dan dianggap lurus. Struktur sekunder merupakan rangkaian lurus (struktur primer) dari rantai asam amino. Namun, setiap gugus mengadakan ikatan hidrogen sehingga rantai asam amino membentuk struktur heliks seperti pegas dan per. Struktur tersier terbentuk jika rangkaian heliks (struktur skunder) menggulung karena adanya gaya tarik menarik antarbagian polipeptida sehingga membentuk subunit protein. Struktur kuartener, struktur ini terbentuk jika antarsubunit protein (dari struktur tersier) berinteraksi.

2)    Penggolongan Protein

Protein dapat dibedakan berdasarkan komponen kimia, bentuk maupun fungsi biologisnya.

a)    Penggolongan Protein Berdasarkan Komposisi Kimianya

Berdasarkan komposisinya kimianya, protein dibedakan manjadi dua, yaitu protein sederhana dan protein konjugasi. Protein sederhana hanya terdiri atas asam amino tanpa gugus kimia lain, sedangkan protein konjugasi terdiri atas rantai polipeptida yang terikat pada gugus kimia lain. Bagian yang bukan asam amino dari protein disebut gugus prostetik. Protein konjugsi digolongkan berdasrkan jenis gugus prostetiknya, diantaranya diberikan pada Tabel


b)    Penggolongan Protein Berdasarkan Bentuknya

Beradasarkan bentuknya, protein digolongkan menjadi dua,yaitu protein serabut dan protein globular.
•    Protein serabut
1.    Serabut panjang dan tidak berlipat menjadi globular
2.    Tidak larut dalam air
3.    Mempunyai fungsi struktural atau pelindung
4.    Mempunyai sedikit struktur tersier atau tidak sama sekali
Contoh: kolagen, fibron, keratin, ,iosin, aktin, serta fibrin.

•    Protein globular
a.    Merupakan protein yang sangat besar
    Memiliki struktur tersier dan terkadang struktur kuarter yang kompleks, yang tergabung dan terlipat membentuk suatu globular atau bulatan,dan,
    Umumnya larut dalam airdan mudah terdifusi
Contoh: enzim, antibodi (imunoglobulin), protein transpor (hemoglobin), protein penyimpanan (kasein dan albumin).

c)    Penggolongan Protein Berdasarkan Fungsi Biologinya

Berdasarkan fungsi biologinya, protein dapat digolongkan menjadi tujuh golongan:
•    Protein struktur, berperan sebagai penyangga, unruk memberikan struktur biologi kekuatan/perlindungan.
Contoh: kolagen, keratin, dan fibron
•    Protein nutrein dan penyimpanan, berfungsi sebagai cadangan makanan.
Contoh: ovalbumin pada telur, dama kasein pada susu
•    Protein pengatur, berfungsi mengatur aktivitas seluler atau fisologi.
Contoh: hormon
•    Protein transport , yang mengikat dan memindahkan molekul atau ion spesifik.
Contoh: hemoglobin
•    Protein kontraktil, yang memberikan kemampuan pada organisme untuk mengubah bentuk atau gerak.
Contoh: aktin dan myosin
•    Enzim, berfungsi sebagai biokatalis.
Contoh: tripsin dan ribonuklase
•    Antibodi, berfungsi melindungi organisme terhadap serangan penyakit.
Contoh: imunoglobin, fibrinogen dan thrombin

3)    Denaturasi Protein

Denaturasi protein adalah perubahan struktur protein dari struktur asalnya atau struktur alaminya. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya denaturasi perotein, yaitu suhu tinggi, perubaham pH yang ekstrem, pelarut organik, zat kimia tertentu (urea dan detergen), atau pengaruh mekanik (guncangan).
Putih telur merupakan cairan tidak berwarna yang mengandung albumin, yaitu protein globular yaitu yang bersifat larut dalam air. Pemanasan putih telur pada suhu sekitar 60°C - 70°C mengakibatkan albumin membuka lipatannya  dan menghasilkan suatu endapan berupa zat padat putih. Endapan ini tidak dapat kembali kebentuk semula. Begitu pula dengan enzim yang dipanaskan pada suhu tinggi. Enzim tersebut menjadi tidak aktif dan tidak dapat berfungsi lagi sebagai biokatalis.
Pada peristiwa denaturasi, struktur protein yang rusak adalah struktur kuartener, struktur tersier, atau struktur sekunder, bergantung pada tinggkat penyebab kerusakannya. Adapun struktur primernya tetap utuh.

4)    Uji Protein

Uji protein ada yang bersifat kualitatif (identifikasi) dan ada pula yang bersifat kuantitatif (pengukuran konsentrasi). Selain itu, uji protein juga ada yang berlaku spesifik (hanya bereaksi dengan asam amino tertentu) dan ada pula yang tidak spesifik untuk asam amino tertentu sehingga dapat bereaksi dengan benyak jenis asam amino.

a)    Uji Biuret

Uji biuret adalah salah satu cara pengujian yang memberikan hasil psitif pada senyawa-senyawa yang memiliki ikatan peptide. Oleh karena itu, uji biuret ini sering digunakan untuk menunjukan adanya senyawa protein. Pengujiannya dapat dilakukan dengan berikut. Laritan yang mengandung protein ditetesin dengan NaOH, kemudian diberi beberapa tetes larutan CuSO₄ encer. Terbentuknya warna ungu, menunjukan hasil positif adanya protein.

b)    Uji Xantoprotein

Pengujian ini memberikan hasil positif terhadap asam amino yang mengadung cnicin benzene, seperti fenilalanin, tirosin, dan triptofan. Cara pengujiannya sebagai berikut. Kedalam larutan protein ini ditambahkan asam nitrat pekat sehingga membentuk endapan putih karena terjadi nitrasi terhadap cicin benzena. Jika dipanaskan, warna putih tersebut akan berubah menjadi kuning.

c)    Uji millon


Pengujian ini memberikan hasil positif terhadap protein yang mengandung asam amino yang memiliki gugus fenol, misalnya tirosin, preaksi millon terdiri atas larutan merkuri nitrat dalam asam nirat. Protein dengan pereaksi millon akan membentuk endapan putih. Jika dipanaskan warnanya akan berubah menjadi merah. Adanya ion NH₄⁺ dapat menggangu uji ini sehingga tidak dapat digunakan untuk manganalisis urine.

d)    Uji belerang


Uji belerang ini memberikan hasil positif terhadap protei yang mangadung asam amino yang mamiliki gugus belerang. Seperti sistein, sistin, dan metionin. Cara pengujiannya sebagai berikut. Laritan protein dan laritan NaOh pekat dipanaskan, kemudian ditambahkan larutan timbal asetat. Jika protein tersebut mengandung belerang, akan terbentuk endapan hitam timbel sulfide (PbS).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Protein : Struktur, Penggolongan Denaturasi Dan Uji Protein"

Post a Comment