-->

Logam Alkali : Pengertian Dan Sifat-Sifatnya


Hallo adik adik , kali ini kita akan belajar kimia pada materi logam alkali, tahukah kamu apa itu logam alkali? apa saja sih unsur unsur logam alkali itu ? dan bagaimana sifatnya ?
logam alkali ini mempunyai sifat sifat yang berbeda beda loh, sama kayak manusia juga punya sifat nya masing masing, yuk kepoin disini aja ya ! mari kita masuk ke materinya dik!

Logam Alkali

Alam semesta ini kaya akan kadungan unsur-unsur kimia. Hingga saat ini, unsur-unsur kimia berjumlah sekitar 114 unsur. Unsur-unsur tersebut dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya ke dalam beberapa golongan, yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Selain itu, unsur-unsur kimia dapat dikelompokkan menjadi unsur logam, non-logam, semilogam, dan gas mulia Beberapa usur logam dan non-logam, dalam bentuk unsur maupun senyawa, banyak dimanfaatkan di dalam kehidupan sehari-hari.

Penggunaan beberapa unsur logam dan nonlogam meningkat dengan berkembang pesatnya industri, baik sebagai alat, bahan dasar, maupun sumber energi. Unsur-unsur logam umumnya diperoleh sebagai bijih logam dalam batuan. Alam Indonesia sangat kaya akan sumber mineral bijih logam, karena itu perlu penguasaan teknologi untuk mengolahnya menjadi logam yang dibutuhkan. Unsur Logam yang sudah akrab dengan kehidupan kita sehari-hari diantaranya adalah, besi, tembaga, atau perak. Ternyata unsur natrium pun bersifat logam. Namun, karena tak stabil dalam keadaan unsurnya, ia lebih banyak kita temui dalam bentuk senyawanya. Keberadaan unsur-unsur kimia di alam sangat melipah.

Sumber unsur- Unsur kimia terdapat di kerak bumi, dasar laut, dan atmosfer, baik dalam bentuk unsur bebas, senyawa ataupun campurannya. Unsur-unsur kimia yang terdapat di alam dalam bentuk unsur bebasnya (tidak bersenyawa dengan unsur lainnya), diantaranya logam platina (Pt), emas (Au), karbon (C), gas nitrogen (N2), oksigen (O), dan gas-gas mulia. Adapun unsur-unsur lainnya ditemukan dalam bentuk bijih logam. Bijih logam merupakan campuran antara mineral yang mengandung unsur-unsur kimia dan pengotornya.

Mineral-mineral tersebut berbentuk senyawa oksida, halida, fosfat, silikat, karbonat, sulfat, dan sulfida. Logam platina (Pt) dan emas (Au) disebut logam mulia. Sumber logam mulia dan mineral-mineral dapat ditemukan di kerak bumi, sedangkan sumber gas oksigen, nitrogen, dan gas mulia (kecuali He) terdapat di lapisan atmosfer. Sulit dibayangkan jika kita hidup tanpa adanya unsur kimia karena semua benda yang ada di alam ini mengandung unsur kimia, baik dalam bentuk logam atau unsur bebasnya, senyawanya, atau paduan logamnya. Tak bisa dipungkiri, selain memberikan manfaat, beberapa unsur kimia memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan.

Kegunaan dan dampak dari unsur-unsur kimia beserta cara mencegah dan menanganinya tidak terlepas dari sifat yang dimiliki unsur-unsur tersebut. Melalui makalah ini kami harapkan pembaca dapat memahami dan mengetahui kimia unsur lebih spesifik lagi.

1. Pengertian Logam Alkali 


Alkali berasal dari bahasa Arab yang berarti air abu. Logam-logam alkali dapat membentuk basa kuat disebut dengan logam golongan 1A. unsur pada golongan 1A ini sangat reaktif, sehingga tidak dijumpai  bebas di alam, melainkan dalam bentuk senyawanya. 

Logam alkali merupakan logam yang sangat reaktif. Dalam sistem periodi, unsur – unsur logam alkali terdapat pada golongan IA , dengan anggotanya adalah litium (Li), natrium (Na),  kalium (K) , rubidium (Rb), sesium (Cs) dan Fransium (Fr). “alkali berasal dari bahasa arab yang berarti permukaan basa. Logam Li , Na, K berwarna Putih mengkilap, sedangkan Cs berwarna Kuning keemasan. Semua logam alkali merupakan logam lunak ( mudah diiris dengan pisau ) dan mempunyai daya hantar panas yang baik. Oleh karena kereaktifannya, logam alkali di alam berada sebagai senyawa dengan bilangan oksidasi +1.

Logam-logam yang ada pada golongan 1A yang biasa disebut logam alkali ini mempunyai sifat yang sangat elektropositif dan bereaksi langsung dengan sebagia besar unsure lain dan banyak senyawaan dengan pemanasan.Lithium biasanya yang paling kurang reaktif dan cesium yang paling reaktif.Lithium bereaksi lambat dengan air pada 250 C dan tidak menggantikan hydrogen asam yang lemah dalam C¬6H5CH sedangkan yang lainnya dapat. Meskipun demikian, Li secara unik reaktif terhadap N2, lambat pada 250, tetapi cepat pada 4000, membentuk nitrida kristal berwarna merah rubi.


2. Sifat – Sifat Umum Logam Alkali

Secara umum, sifat-sifat unsur-unsur logam alkali adalah sebagai berikut :
a.  Logam alkali lunak dibandingkan dengan logam-logam lain
b.  Logam alkali titik lebur dan titik yang relatif rendah. Dari litium ke sesium titik didihnya semakin rendah.
c.  Logam alkali berwarna putih
d.  Logam alkali sangat reaktif dan tidak pernah ditemukan dialam dalam bentuk unsur-unsur bebas.
e.  Logam alkali merupakan reduktor yang kuat, yaitu logam alkali dapat memberikan sebuah electron dengan mudah dan bereaksi hebat dengan air untuk membentuk gas hidrogen dan hidroksidsa-hidroksida, basa kuat.
f.  Energi ionisasi logam alkali relatif rendah. Dari litium ke sesium, energi ionisasi semakin rendah. Hal ini disebabkan semakin besar jari-jari atomnya.
g. Perbedaan energy ionisasi pertama dan energy ionisasi kedua logam alkali sangat besar. Hal ini menunjukkan bahwa dalam senyawanya, logam alkali sangat stabil.
h. Logam alkali merupakan unsur-unsur yang ringan. Berdasarkan massa jenisnya, litium, natrium, dan kalium terapung di air.
i.  Potensial elektroda logam alkali negatif .hal ini menunjukkan bahwa logam alkali merupakan reduktor yang kuat.
Dari table diatas, kita dapat melihat adanya keteraturan sifat-sifat fisis logam alkali.Secara umum, keteraturan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut.

a. Kerapatan bertambah dari Li ke Fr

    Nilai kerapatan bergantung pada massa atom, jari-jari atom, dan faktor kerapatan atom per unit sel. Nilai kerapatan semakin besar dengan pertambahan massa atom dan faktor kerapatan, dan sebaliknya semakin kecl dengan pertambahan jari-jari atom. Semua logam alkali memiliki nilai faktor kerapatan atom per unit sel yang sama. Jadi, nilai kerapatan logam alkali hanya dipengaruhi massa atom dan jari-jari atom.

b. Kekerasan berkurang dari Li ke Fr

    Penurunan nilai kekerasan dapat dijelaskan dari penurunan kekuatan ikatan logam dari Li ke Fr. Hal ini disebabkan tarik-menarik antara ion positif dengan awan electron semakin melemah akibat bertambahnya jari-jari atom dari Li ke Fr.

c.  Titik leleh dan ∆Hfus berkurang dari Li ke Fr

    Penurunan nilai titik leleh dan ∆Hfus  dari Li ke Fr dapat dijelaskan dengan cara yang sama, seperti halnya penurunan kekerasan di atas.

d.  Titik didih dan ∆Hv berkurang dari Li ke Fr

    Penurunan nilai titik leleh dan ∆Hvdari Li ke Fr dapat dijelaskan dengan cara yang sama, seperti halnya penurunan kekerasan di atas.

e.  Daya hantar listrik dan daya hantar panas secara umum berkurang dari Li ke Fr

    Logam alkali memiliki daya hantar listrik dan panas yang baik karena ikatan logamnya.Di dalam ikatan logam, terdapat elektron-elektron valensi yang bergerak bebas.Daya hantar panas dan listrik logam alkali ditentukan oleh pergerakan elektron-elektron valensi bebasnya.Sebaliknya semakin sulit elektron-elektron ini bergerak, semakin berkurang pula daya hantar listrik dan panasnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Logam Alkali : Pengertian Dan Sifat-Sifatnya "

Post a Comment