-->

Lipid : Pengertian, Klasifikasi, Sifat Dan Fungsi Lipid


Pernahkah Kamu mendengar kata lipid ? Pastinya yang ada dibenak kamu adalah lemak ? nah disini kita akan membahas tentang lipid, dan bentuk lipid itu seperti apa sih ? yuk mari kita simak dibawah ini ya, siapkan snack dan beberapa minuman ya untuk menemani waktu kamu dalam belajar agar tidak membosankan

 Pengertian Lipid

Lipid dikenal sebagai lemak dan diketahui merupakan bahan makanan yang mengandung nilai kalori yang tinggi. Contoh: Makanan yang mengandung lipid adalah mentega, margarine, minyak, susu, dan kacang-kacangan.

1. Klasifikasi Senyawa Lipid

Lipid memiliki sifat sukar larut dalam air, tetapi mudah larut dalam pelarut organik (pelarut nonpolar), seperti kloroform dan ester. Senyawa yang termasuk lipid, yaitu trigliserida (lemak dan minyak), fosfolipid, steroid, dan lipoprotein.

a.  Asam Lemak

Asam lemak (dengan rumus molekul R-(CH2)n – COOH dan n = 4-36) adalah asam monokarboksilat alifatik rantai panjang yang dapat diperoleh dari hidrolisis lemak netral dan minyak. Berdasarkan jenis ikatan yang terdapat dalam rantai karbon, lemak dibagi menjadi dua juenis, yaitu lemak jenuh (ikatan tunggal) dan lemak tak jenuh (mengandung ikatan rangkap).

Tata nama IUPAC asam lemak engacu pada jumlah atom C, dengan atom C-karboksil diberi nomor 1. Nama senyawa dituliskan dengan menyebutkan posisi ikatan rangkap. Asam lemak jenuh tidak mengandung ikatan rangkap, sehingga jumlah ikatan rangkap ditulis 0 tanpa ada angka dalam kurung. Sebagai contoh: asam dodekanoat ditulis sebagai 12:0.
Contoh beberapa asam lemak jenuh.
Beberapa nama asam lemak tak jenuh

b.  Trigliserida

Lipid trigliserida merupakan dari asam lemak dan gliserol. Struktur trigliserida memiliki gugus alkil (R1, R2, R3) yang merupakan gugus nonpolar dengan jumlah atom karbon antara 11 sampai 23.

Penamaan minyak atau lemak diawali dengan kata gliseril, kemudian di ikuti oleh nama asam lemaknya. Jika ketiga asam lemak sama (R1, R2, R3) penamaannya diawali tri-. Seperti contoh berikut:

c.  Fosfolipid

Fosfolipid memiliki struktur seperti trigliserida. Bedanya, pada fosfolipid satu asam lemaknya digantikan oleh gugus fosfat yang mengikat alkohol yang megandung nitrogen. Contoh: fosfatidiletonalamin, fosfatidikolin, dan fosfatidilserin. Makanan yang mengandung fosfolipid diantaranya kuning telur dan hati.

d.  Steroid

Steroid merupakan lipid yang bukan turunan ester dan tidak memiliki gugus asam lemak. Gugus nonpolar pada steroid berupa struktur dasar yang terdiri dari 17 karbon dengan bentuk empat buah cincin. Contoh: kolesterol, estrogen, testosterone, dehidroksikolesterol, ergosterol, dan asam-asam empedu. Makanan yang mengandung kolesterol seperti kuning telur, ginjal, hati, otak, udang dan lemak hewan.

e.  Asam Nukleat

Asam nukleat merupakan suatu biomolekul yang berperan dalam penurunan faktor-faktor genetika dan sintesis protein. Dua tipe utama asa nukleat adalah asam deoksiribonukleat atau DNA dan asam ribonukleat atau RNA.

Asam nukleat merupakan suatu polimer yag jika dihidrolisis menghasilkan nukleotida sebagai monomernya. Nukleotida terdiri dari nukleosida dan asam fosfat. Hidrolisis lebih lanjut terhadap nukleosida akan menghasilkan gula pentose dan basa nitrogen. Pentosa yang diperoleh dari hasil hidrolisis DNA adalah deoksiribosa, sedangkan hidrolisis RNA diperoleh ribosa.


2.  Sifat Lipid

a.  Ester Trigliserida

Senyawa ester trigliserida merupakan seperti minyak atau lemak bersifat nonpolar sehingga hanya mudah larut dalam pelarut nonpolar dan sukar larut dalam pelarut polar. Senyawa ini berwujud paat mengandung banyak asam lemak berikatan jenuh. Trigliserida jenis ini banyak terdapat pada hewan yang dikenal sebagai lemak atau gajih. Ada juga senyawa ini yang berwujud cair mengandung asam lemak berikatan tak jenuh dan banyak terdapat dalam tumbuh-tumbuhan. Dalam kehidupan sehari-hari senyawa ini dikenal sebagai minyak.

b.  Fosfolipid

Pada struktrur fosfolipid dua buah gugus lemak merupakan gugus nonpolar, sedangkan sebuah gugus fosfat merupakan gugus polar. Jadi, senyawa ini dapat mengikat gugus polar dan nonpolar sekaligus. Adanya sifat ini menyebabkan senyawa ini dapat digunakan sebagai pengemulsi.
 

3.  Fungsi Lipid

a.  Minyak dan Lemak

Sebagai nutrisi, minyak dan lemak merupakan sumber enrgi utama dan digunakan sebagai energy cadangan yang disimpan pada jaringan adipose dalam tubuh. 2/3 dari total energy sel tubuh berasal dari trigliserida pada jaringan adiposa ini. Lemak pada jaringan adipose berfungsi menjaga organ tubuh dan saraf agar tidak berubah kedudukannya. Selain itu jaringan ini melindungi tubuh agar tidar rusak akibat luka dan benturan. Fungsi lainnya sebagai isolator untuk menjaga stabilitas suhu tubuh.
Lemak membantu transport dan absorpsi vitamin yang larut dalam lemak. Lemak juga menekan sekresi lambung dan memperlambat pengosongan lambung sehingga emperlambat rasa lapar.

b.  Fosfolipid

Fosfolipid terdapat pada seluruh sel tubuh. Dalam bentuk lipoprotein, fosfolipid berfungsi sebagai pegangkut zat-zat yang melewati membrane sel. Sefalin diperlukan dalam pembentukan tromboplastin yang penting untuk proses pembekuan daran dan penutupan luka.
Pada industri susu instan digunakan fosfolipid lesitin. Lesitin berfungsi sebagai pengemulsi sehingga susu instan menjadi mudah larut. Lesitin dapat diperoleh dari kedelai , ragi dan kecambah gandum.

c.  Steroid

Senyawa-senyawa steroid memiliki beberapa fungsi. Misalnya, kolesterol berperan dalam  proses pengangkutan lemak dalam tubuh, estrogen dan testosterone berfungsi sebagai hormone kelamin serta dehidroksikolesterol dan ergosterol berperan sebagai provitamin D.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Lipid : Pengertian, Klasifikasi, Sifat Dan Fungsi Lipid "

Post a Comment