-->

Tumbukan : Pengertian , Jenis Jenis Tumbukan , Rumus Dan Contohnya

Halo sobat bisa juara , gimana kabar prestasi nya hari ini ? kamu udah baca buku belum ? jika belum
kamu bisa baca postingan ini untuk menambah wawasan kamu dibidang fisika,  dan jika kamu udah membaca buku , postingan artikel ini akan menjadi referensi tambahan kamu dalam belajar ...
Dipostingan ini mas akan membahas materi PengertianTumbukan , Jenis-jenis tumbukan Dan contohnya

Tumbukan

Tumbukan atau lentingan bisa dikatakan juga sebagai pantulan, karna terjadi pada dua buah benda yang saling berpadu dan memantul akibat dari paduan tersebut. Pada pembahasan kali ini kita akan mempelajari tumbukan yang paling sederhana, yaitu Tumbukan Sentral. Tumbukan sentral adalah tumbukan yang terjadi bila titik pusat benda yang satu menuju ke titik pusat benda yang lain.Peristiwa tumbukan antaradua buah benda dapat keduanya bergerak saling menjahui. Ketika benda tersebut mempuyai kecepatan dan massa, maka benda itu pasti memilki momentum (p = m .v) dan juga Energi kinetik (EK = ½ m . v2).

Tumbukan dibedakan menjadi beberapa jenis:
1.Tumbukan lenting sempurna
2.Tumbukan lenting sebagian
3.Tumbukan tidak lenting sama sekali

Perbedaan tumbukan-tumbukan tersebut dapat diketahui bedasarkan nilai koefisien tumbukan (koefisien restitusi) dari dua benda yang bertumbukan.

Dengan : e = koefisien rrestitusi (0 ≤ e ≥1)Nilai koefisien restitusi mulai dari 0 hingga 1. Dengan ketentuan:
•Lenting Sempurna e = 1
•Lenting Sebagian 0 < e < 1
•Tidak Lenting Sama Sekali e = 0

Jenis-Jenis Tumbukan

1.Tumbukan Lenting Sempurna
Pada lenting sempurna berlaku hukum kekekalan energi dan hukum kekekalan momentum. Dengan persamaan sebagai berikut:
a.Kekekalan Momentum
Keterangan:
m1= massa benda 1 (kg)
m2= massa benda 2 (kg)
v1= kecepatan awal benda 1 (m/s)
v2= kecepatan awal benda 2 (m/s)
v1’= kecepatan akhir benda 1 (m/s)
v2’= kecepatan akhir benda 2 (m/s)

b.Kekekalan energi kinetic
Ek1+ Ek2 = Ek1’+Ek2’
½ m1v12 + ½ m2 v22=  ½  m1(v’1)2+ ½ m2 (v’2)2

c.Kecepatan sebelum dan sesudah tumbukan
-(v’1 –v’2) = v1 –v2

d.Nilai koefisien elastisitas / koefisien restitusi (e)
pada tumbukan lenting sempurna berlaku:Dengan demikian, pada tumbukan lenting sempurna koefisien restitusi (e)= 1.
2. Tumbukan Lenting Sebagian
Ketika kita menjatuhkan sebuah bola karet dari ketinggian tertentu di atas lantai, maka bola akan memantul. Setelah mencapai titik tertinggi, bola aka jatuh lagi dan memantul lagi setelah mengenai lantai. Begitu seterusnya hingga bola akhirnya berhenti. Hal yang perlu kita perhatikan adalah ketinggian maksimal yang dicapai pada setiap tahap pemantulan selalu berbeda. Pada pemantulan pertama, bola mencapai titik tertinggi yang lebih rendah dari pantulan pertama begitu seterusnya.

Kenyataan ini memberikan arti bahwa kecepatan bola sebelum menumbuklantai lebih besar dari kecepatan bola setelah tumbukan. Sehingga koefisien restitusi pada kejadian ini berkisar antara nol sampai satu (0< e < 1). Tumbukan seperti ini disebut tumbukan lenting sebagian atau tumbukan elastis sebagian.Pada peristiwa pemantulan bola pada lantai, energi kinetik yang dimiliki bola tidak tetap. Ini dapat dilihat dari kecepatan bola yang berubah sebelum dan sesudah tumbukan. Jadi, hukum kekekalan energi kinetik pada tumbukan lenting tidak berlaku. Akan tetapi, hukum kekekalan energi mekanik tetap berlaku.

 Hal ini disebabkan karena sebagian energi kinetik yang hilang telah diubah menjadi bentuk lainya, seperti energi potensial, energi panas, atau energi yang merusak lantai.Pada kasus bola yang dijatuhkan dari ketinggian h, sehingga dipantulkan dengan ketinggian h‟, maka memiliki nilai koefisien elastisitas sebesar:
 keterangan:
h' = tinggi pantulan bendah = tinggi benda semula / tinggi pantulan sebelumnya

3.Tumbukan Tidak Lenting Sama Sekali

Tumbukan tidak elastis sama sekali terjadi apabila dua benda setelah tumbukan menjadi satu dan bergerak bersama-sama. Contoh sederhana dari tumbukan tidak elsatis sama sekali adalah tumbukan dua bola yang akhirnya bergabung menjadi satu yang akhirnya bergerak bersama dengan kecepatan yang sama pula. Kejadian ini dapat dijelaskan dengan hukum kekekalan momentum.
Dari persamaan di ata, kecepatan bola dapat dicari dengan mudah jika kecepatan bola keduanya semula diketahui, karena kecepatan bola keduanya setelah tumbukan sama, maka koefisien restitusi untuk tumbukan tidak lenting sama sekali adalah nol(0). Pada tumbukan tidak lenting sama sekali tidak berlaku hukum kekekalan enrgi kinetik. Pada tumbukan ini terjadi pengurangan enrgi kinetik sehingga energi kinetik total benda-benda setelah terjadi tumbukan akan lebih kecil dari energi kinetik total benda sebelum. Dengan demikian:
contoh soal  :
Balok  kayu  tergantung  oleh  seutas  tali  yang  panjangnya  I = 40  cm.  Balok  tersebut ditembak  mendatar  dengan  sebutir  peluru  yang  bermassa  20  gr  dan  kecepatan  vp. Massa balok 9,98 kg dan percepatan gravitasi 10 m/s. Jika peluru mengenai balok bersarang di dalamnya sehingga balok dapat bergerak naik setinggi 10 cm maka:Berapakah kecepatan peluru tersebut?
Jawab:
Diketahui :
mp  = 20 gr = 0,02 kg
mb  = 9,98 kg
g     = 10 m/s
h     = 10 cm = 0,1 m
vp   =......?
Pada ayunanbalistik tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu tumbukan dan gerak AB. Pada gerak AB berlaku hukum kekekalan energi sehingga dapt diperoleh vb' seperti:

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tumbukan : Pengertian , Jenis Jenis Tumbukan , Rumus Dan Contohnya "

Post a Comment