-->

Perbedaan Laturan Elektrolit Dan Larutan Non Elektrolit


Larutan elektrolit adalah larutan yang terjadi karena mengalami perubahan perubahan kimia zat-zat di dalamnya dapat menghantarkan arus listrik contohnya larutan garam dapur (NaCl), larutan asam sulfat (H2SO4) larutan cuka dapur (CH3COOH) Larutan natrium nitrat (KNO3), serta air limbah ( air sungai dan air selokan)..

Larutan non elektrolit adalah larutan yang zat-zat di dalamnya tidak dapat menghantarkan arus listrik dan tetap tak berubah dalam larutan mereka tetap berupa molekul yang tidak bermuatan listrik Itulah sebabnya larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik contohnya larutan nonelektrolit ini larutan gula (C12H22O11) etanol C2H5OH),  urea (CO(NH2)2), glukosa (C6H12O6) dan lain-lain.

Ada beberapa tempat di negara kita yang menjadi langganan banjir tiap musim hujan bencana banjir menyebabkan kerugian secara ekonomis yang sangat tinggi padahal ada telah mengetahui bahwa air limbah bersifat elektrolit sehingga tidak jarang kita mendengar korban jiwa yang disebabkan oleh arus listrik oleh karena itu sebagai pelajar berusahalah untuk secara aktif dan nyata melakukan tindakan yang dapat menyelamatkan lingkungan misalnya mulailah mencintai lingkungan menanam pohon ditempat yang gersang atau di tanah tanah kosong.

A.    Larutan elektrolit kuat
Untuk menunjukkan kekuatan elektrolit suatu larutan digunakan ukuran yang disebut derajat ionisasi yaitu jumlah ion bebas yang dihasilkan dalam larutannya
Nilai α dapat berubah-ubah antara 0 sampai 1 jika  α = 0 berarti tidak terjadi disosiasi sedangkan jika α = 1 terjadi disosiasi sempurna larutan elektrolit dapat dibedakan menjadi dua yaitu larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah.

Larutan elektrolit kuat adalah larutan elektrolit yang menghasilkan banyak ion sehingga daya hantar listriknya sangat baik contohnya larutan H2SO4,  HCl,  NaOH, KOH, BaOH2 dan catat ini jika dilarutkan hampir seluruhnya berubah menjadi ion derajat ionisasi elektrolit kuat sama dengan 1 atau mendekati 1 (ionisasi sempurna). kita dapat dengan mudah menuliskan reaksi ionisasi dengan mengikuti pedoman penulisan reaksi ionisasi larutan elektrolit perhatikan pedoman penulisan sebagai berikut :

asam kuat
Contoh :
HCl (aq)     →     H+(aq)   +    Cl-(aq)
H2SO4 (aq)  →   2H+(aq)   +   SO42- (aq)

basa kuat
contoh  :
Ba(OH)2 (aq) →    Ba2+ (aq) +  2 OH-(aq)
NaOH(aq)    →      Na+ (aq)  +   OH- (aq)

Garam
Contoh :
    NaCl (aq)      →   Na+(aq)  +    Cl-(aq)
    Na2SO4 (aq) →   2Na+(aq)    +  SO42-(aq)

B.    Larutan elektrolit lemah
    Larutan elektrolit lemah adalah larutan elektrolit yang menghasilkan sedikit ion sehingga daya hantar listriknya kurang baik contohnya larutan CH3COOH, NH4OH, HCl dan NH3. Makin kecil nilai α makin sedikit larutan tersebut terurai atau terionisasi yang mengakibatkan semakin lemah larutan elektrolit tersebut dalam persamaan reaksinya. ionisasi larutan elektrolit lemah ditandai dengan panah dua arah bolak-balik, artinya tidak semua molekul terurai atau terionisasi tidak sempurna perhatikan pedoman penulisan reaksi ionisasinya sebagai berikut:

a. asam lemah  
contoh :
1. H2SO3 (aq)      ↔     2H+(aq)   +  SO32-(aq)
2. H3PO4 (aq)       ↔   3H+ (aq)   +  PO43-  (aq)

b. basa lemah
contoh :
Al(OH)3 (aq)    ↔Al3+(aq)    +   3 OH- (aq)
Tabel perbandingan antara larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Perbedaan Laturan Elektrolit Dan Larutan Non Elektrolit "

Post a Comment