-->

Pengertian Larutan Penyangga (Buffer) Dan Prinsip Kerja Sistem Penyangga


Larutan bufer atau juga disebut sebagai larutan penyangga atau dapar atau penahan adalah larutan yang dapat mempertahankan harga pH, maksudnya jika larutan bufer ketambahan sedikit asam atau basa maka pH larutan tersebut tidak banyak berubah. Larutan bufer banyak berperan dalam proses biokimia maupun dalam laboratorium sebab dapat mempertahankan pH larutan. Dalam darah manusia juga terdapat bufer, sebagian terdiri atas CO2 dan HCO3- sehingga pH-nya tetap 7,4. Kerusakan sel-sel oleh perubahan pH dapat ditiadakan oleh adanya bufer tersebut.

Secara umum larutan penyangga dapat dibuat dengan mencampurkan asam lemah dengan basa konjugasinya (garam dari asam lemah tersebut) atau basa lemah dengan asam konjugasinya (garam dari basa lemah tersebut). Sifat larutan yang terbentuk berbeda dari komponen-komponen pembentuknya.

Larutan bufer terdiri atas campuran sebgai berikut:
Asam lemah dan basa konjugasinya (Buffer Asam)
Contoh:
•    CH3COOH + CH3COONa atau CH3COOH + CH3COO-
•    NaH2PO4 + Na2HPO4 atau H2PO4- + HPO42-
•    H2CO3 + NaHCO3 atau H2CO3 + HCO3-
Bufer jenis ini biasanya digunakan untuk membuat larutan bufer yang pH-nya kurang dari 7.

Basa lemah dan asam konjugasinya (Buffer Basa)
Contoh:
•    NH4OH dan  NH4Cl atau NH3 dan NH4+
•    C6H5NH2 dan C6H5NH3Cl atau C6H5NH2 dan C6H5NH3+
•    N2H4 dan N2H5Cl atau N2H4 dan N2H5+
Bufer jenis ini biasanya digunakan untuk membuat larutan bufer yang pH-nya lebih besar dari 7.

1. Asam Lemah dengan Basa Konjugasinya (Buffer Asam)
Misalnya, ke dalam campuran larutan CH3COOH dan CH3COO- ditambahkan sedikit asam atau basa, yang terjadi adalah sebagai berikut.
    Jika ditambahkan asam maka ion H+ dari asam akan bereaksi dengan ion CH3COO- membentuk CH3COOH, menurut reaksi berikut.
CH3COO-(aq) + H+(aq) ⇌  CH3COOH(aq)
Sehingga harga pH tetap.
    Jika ditambah basa, ion OH  akan di netralkan oleh CH3COOH menurut reaksi berikut
CH3COOH(aq) + OH-(aq) ⇌  CH3COO-(aq) + H2O(l)
Sehingga harga pH tetap.

2. Basa Lemah dengan Asam Konjugasinya (Buffer Basa)
Misalnya, ke dalam campuran larutan NH3 dan NH4+  ditambahkan sedikit asam atau basa. Hal yang terjadi adalah sebagai berikut.
Jika ditambahkan asam maka ion H+ akan dinetralkan oleh NH3 menurut reaksi sebagai berikut.
NH3(aq) + H+(aq) ⇌   NH4+(aq)
Sehingga harga pH tetap
Jika ditambah basa maka ion OH- akan bereaksi dengan ion  NH4+  sebagai berikut.
NH4+(aq) + O-(aq) ⇌   NH3(aq) + H2O(l)
Sehingga harga pH tetap. 

Prinsip Kerja Sistem Penyangga
Sistem penyangga bekerja melalui fenomena yang terkait dengan pengaruh ion senama. Contoh dari pengaruh ini adalah ketika asam asetat (CH3COOH) dilarutkan dalam air dan selanjutnya natrium asetat ditambahkan ke dalam larutan yang yang terbentuk. Asam asetat hanya mengalami ionisasi sebagian kecil membentuk ion H+ dan ion CH3COO- sesuai dengan persamaan berikut.

CH3COOH(aq) ⇌ CH3COO- (aq) + H+(aq)

Larutan yang mengandung kedua zat ini mampu menetralkan asam atau basa yang ditambahkan. Berdasarkan hal tersebut, jika kita menambahkan ion H+ pada larutan campuran tersebut, maka ion H+ akan bereaksi dengan ion CH3COO- sehingga jumlah H+ dalam larutan berkurang. Hal ini mencegah pH turun secara drastis akibat penambahan sedikit.

Respon yang sama diberikan ketika sedikit basa kuat ditambahkan kedalam larutan campuran penyangga. OH- dari basa akan bereaksi dengan asam asetat membentuk persamaan berikut.

CH3COOH(aq) + OH-(aq) ⇌ CH3COO-(aq) + H2O(aq)

Penambahan ion OH- pada larutan penyangga, mengakibatkan basa bereaksi dengan asam asetat. Akibatnya terbentuklah ion asetat hingga mencegah pH naik secara drastis akibat penambahan sedikit basa kuat. Seperti halnya penyangga asam, reaksi-reaksi tersebut juga berlangsung pada penyangga basa ketika ditambah sedikit asam kuat atau sedikit basa kuat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengertian Larutan Penyangga (Buffer) Dan Prinsip Kerja Sistem Penyangga "

Post a Comment