-->

Ikatan Kovalen Polar Dan Ikatan Kovalen Non Polar , Momen Dipol

Halo sobat bisa juara , gimana kabar prestasi nya hari ini ? kamu udah baca buku belum ? jika belum
kamu bisa baca postingan ini untuk menambah wawasan kamu dibidang kimia ,  dan jika kamu udah membaca buku , postingan artikel ini akan menjadi referensi tambahan kamu dalam belajar ...
Dipostingan ini mas akan membahas materi Kepolaran Ikatan Kovalen

Kepolaran ikatan kovalen

Kepolaran ikatan kovalen dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen non polar.

a.  Ikatan kovalen polar (dwikutub)
Ikatan kovalen polar terjadi jika pasangan elektron ikatan tertarik lebih kuat ke salah satu atom. Adanya kepolaran ikatan disebabkan oleh perbedaan keelektronegatifan antarzat yang berikatan. Makin besar selisih keelektronegatifannya, makin besar pula kepolaran ikatan.

Pada ikatan kovalen polar, pasangan elektron ikatan tertarik oleh atom yang lebih elektronegatif. Atom tersebut menarik pasangan elektron terikat membentuk kutub negatif. Adapun atom yang kurang elektronegatif, membentuk kutup positif hingga terbentuk dwikutub (dipol) sehingga ikatan kovalen polar dinamakan ikatan kovalen dwikutub.
 Contoh : ikatan kovalen polar HCl sebagai berikut :
Atom Cl lebih elektronegatif daripada H sehingga pasangan elektron tertarik (mendekati ) atom Cl.
Tingkat kepolaran molekul dapat diketahui dari momen dipolnya. Momen dipol adalah ukuran kekuatan suatu dipol yang besarnya sama dengan muatan kutub dikalikan dengan jarak antara kedua muatan dipol tersebut. Secara sistematis dapat dituliskan :

μ = q . d
Keterangan :
μ = momen dipol (debye)
d= jarak antara dua muatan dipol ( coloumb)
q= muatan kutub ( meter)

senyawa kovalen polar memiliki momen dipol yang berbeda – beda. Beberapa senyawa dengan nilai momen dipolnya dapat diliha dalam tabel :
Momen dipol juga dipengaruhi oleh keelektronegatifan suatu unsur. Makin besar perbedaan keelektronegatifan suatu unsur yang membentuk senyawa, maka momen dipolnya makin besar sehingga tingkat kepolarannya makin besar. Harga keelektronegatifan berbagai unsur dapat dilihat dalam tabel:

b.    Ikatan kovalen non polar
Ikatan kovalen non polar terjadi jika pasangan elektron ikatan tertarik sama kuat ke semua atom. Ikatan kovalen nonpolar memiliki momen dipol sama dengan nol. Cara menentukan polar atau tidak polarnya suatu molekul adalah sebagai berikut :
1)  Molekul yang mengandung dua atom (dwiatom)
a.   Suatu molekul membentuk ikatan non polar jika kedua atom sejenis. Contoh : H2,Cl2.
b.   Suatu molekul membentuk ikatan polar jika kedua atom tidak sejenis. Contoh : HCl, HBr.

2)   Molekul yang mengandung tiga atau lebih atom (poliatom)
a.  Suatu molekul membentuk ikatan nonpolar jika atom pusat tidak mempunyai pasangan elektron bebas (PEB). Hal ini mengakibatkan bentuk molekul menjadi simetris sehingga pasangan elektron ikatan (PEI) tertarik sama kuat ke semua atom. Contoh : CH4
b.   Suatu molekul membentuk ikatan polar jika atom pusat mempunyai PEB. Hal ini mengakibatkan bentuk molekul tidak simetris sehingga PEI tertarik ke atom pusat. Contoh H2O.

c.   Menyelidiki kepolaran senyawa
Senyawa polar adalah senyawa yang memilki dua kutub, yaitu kutub positif dan kutub negative. Oleh karena itu, larutan senyawa polar terpengaruh ke oleh medan listrik dan medan magnet.
Air merupakan molekul polar. Dalam molekul air, kedua kutub tidak saling meniadakan secara menyeluruh, tetapi sebagian. Hasilnya momen dwikutub H2O tidak sama dengan 0.

d.   Memperkirakan jenis ikatan pada senyawa
Jenis ikatan pada senyawa dapat diperkirakan dari besarnya perbedaan elektronegativitas tiap atom yang berikatan. Jika perbedaannya sangat kecil (mendekati nol) , ikatan yang terbentuk adalah ikatan kovalen nonpolar. Jika perbedaan keelektronegativitas lebih besar dari pada nol dan kurang dari 1,7 ikatan yang terbentuk adalah ikatan kovalen polar. Jika perbedaan keelektronegativitas lebih besar dari 1,7 ikatan yang terbentuk adalah ikatan ion.

 Perbedaan senyawa kovalen polar dan non polar.

e. Momen dipol
Kepolaran dinyatakan dalam suatu besaran yang disebut momen dipol (μ 0), yaitu hasil kali antara selisih muatan (Q)  , dengan jarak (r) antara pusat muatan positif dengan pusat muatan negative.
Satuan momen dipol adalah debye (D), diaman l D = 3,33 x 10-30 C m. semakin polar suatu zat, semakin besar momen dipolnya. Zat nonpolar mempunyai momen dipole sama dengan nol. Momen dipole dari beberapa senyawa diberikan dalam tabel berikut :

Sekarang, kita dapat menjelaskan mengapa minyak tidak bercampur dengan air. Hal itu terjadi karena air bersifat pilar, sedangkan minyak bersifat nonpolar. Zat polar cenderung lebih tertarik pada zat polar, sedangkan zat nonpolar lebih tertarik pada zat nonpolar. Oleh karena itu, kedua zat itu tidak saling bercampur. Berdasarkan tabel diatas dapat kita ramalkan bahwa minyak akan larut dalam ttraklorometana (CCI4).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Ikatan Kovalen Polar Dan Ikatan Kovalen Non Polar , Momen Dipol "

Post a Comment