-->

Ikatan Logam : Pengertian Ikatan Logam, Proses Terbentuknya Ikatan Logam , Dan Sifat Fisis Ikatan Logam

Halo sobat bisa juara , gimana kabar prestasi nya hari ini ? kamu udah baca buku belum ? jika belum
kamu bisa baca postingan ini untuk menambah wawasan kamu dibidang kimia ,  dan jika kamu udah membaca buku , postingan artikel ini akan menjadi referensi tambahan kamu dalam belajar ...
Dipostingan ini mas akan membahas materi Ikatan Logam

Ikatan Logam

    Logam mempunyai beberapa sifat yang unik, antara lain mengkilap, dapat menghantarkan listrik dan kalor dengan mudah ditempa, ulet, dan dapat diulur menjadi kawat. Sifat-sifat logam tersebut tidak dapat dijelaskan dengan menggunakan teori ikatan kovalen maupun ikatan ion. Logam tersusun dalam suatu kisi kristal yang terdiri dari ion-ion positif logam di dalam larutan elektron. Larutan elektron tersebut merupakan elektron-elektron valensi dari masing-masing atom yang saling tumpang tindih. Masing-Masing elektron valensi dapat bergerak bebas mengelilingi inti atom yang ada di dalam kristal tersebut, tidak hanya terpaku pada salah satu inti atom.

Elektron-elektron yang bebas bergerak dari satu inti atom yang lain disebut elektron terdislokalisasi. Gaya tarikan inti atom-atom logam dengan larutan elektron mengakibatkan terjadinya ikatan logam. Adanya elektron yang dapat bergerak bebas dari satu atom ke atom yang lain menjadikan logam sebagai penghantar kalor dan listrik yang baik. Larutan elektron pada kristal logam memegang erat ion-ion positif pada logam sehingga bila dipukul atau ditempa, logam tidak akan pecah atau tercerai berai, tetapi akan bergeser. Hal inilah yang menyebabkan sifat logam yang ulet dan dapat ditempa maupun diulur menjadi kawat.

1)    Proses terbentuknya Ikatan Logam
     Ikatan logam adalah ikatan yang terjadi akibat penggunaan bersama elektron-elektron valensi antar atom logam. ikatan ion tidak mungkin terdapat di antara atom-atom logam karena tidak terjadi perpindahan elektron dari satu atom logam ke atom yang sejenis. ikatan kovalen juga tidak mungkin terbentuk karena dalam kristal logam, ternyata sebuah atom dikelilingi oleh 8 atau 12 atom yang lain, sedangkan elektron valensi dari logam –logam adalh 1, 2, 3, atau 4.

     Ikatan logam dapat dijelaskan dengan teori awan elektron yang dikemukakan oleh Drude dan Lorentz pada awal abad ke-20. Menurut teori ini, setiap atom di dalam kristal logam melepaskan elektron valensinya sehingga terbentuk awan elektron dan kation yang bermuatan positif dan tersusun rapat dalam awan elektron tersebut. ion logam yang bermuatan positif berada pada jarak tertentu satu dengan lainnya dalam kristalnya. Elektron valensi tidak terikat pada salah satu ion logam atau pasangan ion logam sehingga elektron valensi sehingga elektron valensi tersebut bebas bergerak ke seluruh bagian dari kristal logam.

     Menurut teori awan elektron, kristal logam terdiri atas kumpulan ion logam bermuatan positif di dalam larutan elektron yang mudah bergerak. ikatan logam terdapat diantara ion logam dan elektron yang mudah bergerak. Teori awan elektron dapat digunakan untuk menjelaskan sifat fisis logam.

2)    Sifat Fisis Logam
     Dalam kejidupan sehari-hari, dijumpai banyak peralatan atau benda yang terbuat dari logam. alat memasak, sperti panci, wajan, dan ketel terbuat dari logam. Beberapa logam terkenal diantaranya adalah alumunium, tembaga, emas, besi, timah, perak, titanium, uranium, dan zink. Atom-atom dalam lo9gam tersebut bergabung melalui ikatan logam.

     Sifat fisis logam ditentukan oleh ikatan logamnya yang kuat, kerapatan struktur, dan keberadaan elektron-elektron bebas. Sifat fisis logam adalah sebagai berikut.
a.    Wujud pada suhu kamar
Logam berupa padatan.
b.    Tingkat kekerasan
Logam bersifat keras, tetapi lentur atau tidak mudah patah jika ditempa.
c.    Titik didih dan titik leleh
Logam mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi.
d.    Daya hantar listrik
Logam dapat menghantarkan arus listrik dengan baik.
e.    Daya hantar panas
Logam dapat menghantarkan panas dengan baik.
f.    Permukaan logam
Logam mempunyai permukaan yang mengilap.
g.    Massa jenis
Kebanyakan logam memiliki massa jenis lebih tinggi daripada nonlogam. Meski demikian, variasi massa jenis ini perbedaannya sangat besar, mulai dari litium sebagai logam yang massa jenisnya paling kecil sampai osmium yang massa jenis paling besar.

3)    Perbandingan sifat fisis logam, Seenyawa ion, dan senyawa kovalen
     Perbandingan sifat fisis logam, senyawa ion, dan senyawa kovalen secara jelas ditampilkan pada tabel berikut.
Tabel Perbandingan sifat fisis logam, senyawa ion, dan senyawa kovalen

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Ikatan Logam : Pengertian Ikatan Logam, Proses Terbentuknya Ikatan Logam , Dan Sifat Fisis Ikatan Logam"

Post a Comment