-->

Fungsi Larutan Penyangga Kimia (Buffer) Dalam Kehidupan Sehari-Hari


Halo sobat bisa juara , gimana kabar prestasi nya hari ini ? kamu udah baca buku belum ? jika belum
kamu bisa baca postingan ini untuk menambah wawasan kamu dibidang kimia ,  dan jika kamu udah membaca buku , postingan artikel ini akan menjadi referensi tambahan kamu dalam belajar ...
Dipostingan ini mas akan membahas materi  Fungsi Larutan Penyangga Kimia (Buffer) Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Fungsi Larutan Penyangga
Larutan penyangga banyak digunakan dalam tubuh makhluk hidup maupun dalam bidang industri. Berikut ini beberapa larutan penyangga yang sering kita jumpai dalam kehidupan.

1.  Larutan Penyangga dalam Bidang Kesehatan
 Dalam bidang formasi (obat-obatan), banyak zat aktif yang harus berada dalam keadaan pH stabil. Perubahan pH akan menyebabkan khasiat zat aktif tersebut berkurang atau hilang sama sekali. Untuk obat suntik atau obat tetes mata, pH obat-obatan tersebut harus disesuaikan dengan pH cairan tubuh. Obat tetes mata harus memiliki pH yang sesuai dengan pH air mata agar tidak menimbulkan iritasi yang mengakibatkan rasa perih pada mata. Begitu juga obat suntik harus diisesuaikan dengan pH darah agar tidak menimbulkan alkalosis atau asidosis pada darah.

2.  Sistem Larutan Penyangga Dalam Darah
Sistem larutan penyangga dalam darah terdapat pada plasma darah dan sel darah merah. Larutan penyangga dalam darah terdiri atas asam kabohidrat (H2CO3) dan basa konjugasinya yaitu ion bikorbonat (HCO3-) serta campuran asam hemoglobin (HHb) dan basa konjugasinya hemoglobin (Hb). Sistem larutan penyangga dalam darah berfungsi untuk mengatur agar pH darah normal, yaitu sekitar 7,35-7,45. Jika tidak terdapat larutan penyangga darah, jumlah asam dan basa yang masuk ke dalam darah tidak dapat dikontrol. Hal ini akan menyebabkan kelainan pada darah, yaitu asidosis dan alkalosis. Asidosis adalah suatu keadaan pada saat darah terlalu bnyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan seiring meyebabkan menurunnya pH darah. Kelainan ini mengakibatkan kesetimbangan asam basa dalam tubuh menjadi terganggu sehingga memicu timbulnya penyakit seperti ginjal, emfisema, pneumonia, dan penyakit lainnya berhubungan dengan permapasan dan sistem sistem ekskresi.

3.  Sistem larutan penyangga dalam sel dan dalam cairan antarsel
Sistem larutan penyangga dalam sel merupakan campuran antara asam lemah dihidrogen fosfat (H2PO4-) dan basa konjugasinya yaitu menohidrogen fosfat (HPO42-). Sedangkan sistem larutan penyannga antarsel terdiri atas campuran asam karbonat (H2CO3) dan basa konjugasinya yaitu ion bikarbonat (HCO3-).

4.  Sistem Larutan Penyangga Pada Tanaman Hodroponik
Larutan penyangga juga mempunyai peranan penting pada tanaman hidroponik. Zyme merupakan salah satu larutan penyangga yang berfungsi untuk mengaja pH tanaman hidroponik supaya stabil.

5.   Sistem larutan penyangga dalam industry   
Larutan penyangga digunakan dalam proses fotografi, pengganan limbah, dan electroplating. Larutan penyangga dalam proses fotografi dibuat dalam berbagai campuran zat, seperti formaldehid, methanol, dan kalium hidrogenflatat. Sedangakan pada penagganan limbah, pH harus berkisar antara 5-7,5 agar materi organic dapat dipisahkan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Fungsi Larutan Penyangga Kimia (Buffer) Dalam Kehidupan Sehari-Hari"

Post a Comment