-->

Teori Asam Basa Menurt Bronsted-Lowry Beserta Contohnya

halo sobat bisa juara , gimana kabar prestasi nya hari ini ? kamu udah baca buku belum ? jika belum kamu bisa baca postingan ini untuk menambah wawasan kamu dibidang kimia ...
dan jika kamu udah membaca buku , postingan artikel ini akan menjadi referensi tambahan kamu dalam belajar ...
sebelumnya kita sudah membahas materi teori asam basa menurut arrhenius , sekarang kita akan membahas materi teori asam basa menurut bronsted lowry

Teori asam-basa Bronsted-Lowry

Telah dijelaskan menurut teori asam basa Arhenius bahwa asam merupakan senyawa hydrogen yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+ dalam larutan, sedangkan basa adalah suatu senyawa yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion OH- dalam larutan.  Teori asam dan basa yang dikemukakan oleh Arrhenius mempunyai kelemahan untuk menjelaskan fakta-fakta baru yang ditemukan, karena hanya dapat menjelaskan senyawa-senyawa yang memiliki jenis rumus kimia HA untuk asam dan LOH untuk basa. Teori ini tidak dapat menjelaskan bahwa CO2 dalam air bersifat asam atau NH3 dalam air bersifat basa.

Pada tahun 1923, Johannes N. Bronsted (1879-1947) di Denmark dan Thomas M. Lowry (1874-1936) di Inggris, bekerja sendiri-sendiri mengembangkan definisi asam-basa Arrhenius. Penjelasan Bronsted-Lowry cukup berguna untuk reaksi asam-basa dalam air. Penjelasan tersebut berbeda dengan definisi Arrhenius karena dapat diterapkan pada pelarut selain air.
Menurut Bronsted-Lowry :Asam adalah suatu spesies kimia (molekul atau ion) yang dapat mendonorkan suatu proton kepada spesies kimia yang lain atau dengan kata lain sebagai proton donor.Basa adalah suatu spesies kimia (molekul atau ion) yang dapat menerima suatu proton dari spesies kimia yang lain atau dengan kata lain sebagai proton akseptor.

Suatu zat baik yang bermuatan positif, negatif, ataupun netral termasuk asam Bronsted-Lowry asalkan mempunyai minimal satu atom H. Misalnya HCl, H2SO4, HSO4-, H3O+, NH4+.
Pengertian asam-basa yang dikemukakan oleh Bronsted-Lowry memperbaiki kelemahan teori asam-basa Arrhenius. Pengertian asam-basa Arrhenius hanya berlaku untuk senyawa yang larut dalam pelarut air karena reaksi ionisasi yang menghasilkan ion H+, dan in OH- hanya terjadi dalam pelarut air.

Hal tersebut tidak dapat dijelaskan Arrhenius, tetapi dapat dijelaskan oleh Bronsted-Lowry. Teori asam-basa Bronsted-Lowry dapat menjelaskan semua reaksi yang terjadi dalam bentuk apapun, termasuk gas, larutan bukan air, larutan air, dan campuran heterogen. Penentuan suatu zat sebagai asam dan basa Bronsted-Lowry dapat dilakukan jika zat tersebut bereaksi dengan zat lainnya.
Dalam suatu persamaan reaksi asam basa berdasarkan teori Bronsted-Lowry, suatu asam dan absa masing-masing mempunyai pasangan. Pasangan asam disebut basa konjugasi, sedangkan pasangan basa disebut asam konjugasi.

Dengan menggunakan konsep asam dan basa menurut Bronsted Lowry, dapat ditentukan suatu zat bersifat asam atau bersifat basa dengan melihat kemampuan zat tersebut dalam serah terima proton dalam larutan. Dalam hal ini pelarut tidak terbatas oleh pelarut air saja, tetapi dapat berupa pelarut lain yang sering dijumpai di laboratorium, misalnya alcohol, amoniak cair dan eter.

contoh :
 Keterangan :
  1.  HCl: asam, karena dapat memberi proton pada H2O sehingga menjadi Cl
  2.  H2O: Basa, Karena dapat menerima proton dari HCl, sehingga menjadi H3O+
  3.  Cl-: Basa, karena dapat menerima proton dari H3O+, sehingga menjadi HCl
  4.  H3O+:Asam, karena dapat member proton pada Cl-, sehingga menjadi H2O

Suatu asam akan membentuk basa konjugasi setelah melepaskan ion H+ nya, asam HCl membentuk basa konjugasi Cl-. Dengan demikian juga dengan basa. Basa akan membentuk asam konjugasi setelah menerima ion H+. Basa H2O membentuk asam konjugasi H3O+. pasangan HCl dan Cl- dan pasangan H3O+ dan H2O disebut pasangan asam basa konjugasi.

contoh :
Keterangan :
1.  NH3: Basa, karena dapat menerima proton dari H2O, sehingga menjadi NH4+
2.  H2O: Asam, karena memberi proton pada NH3, sehingga menjadi OH-
3.  NH4+ : Asam, karena dapat member proton pada OH-, sehingga menjadi NH3
4.  OH-: Basa, karena menerima proton dari NH4+, Sehingga menjadi H2O
 
Pasangan NH3 dan NH4+ adalah pasangan asam basa konjugasi . Pasangan H2O dan OH- disebut pasangan asam basa konjugasi.
Dari contoh reaksi asam basa diatas ternyata air dapat bersifat asam dan basa. Zat yang dapat bersifat sebagai asam dan basa disebut amfiprotik.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Teori Asam Basa Menurt Bronsted-Lowry Beserta Contohnya "

Post a Comment