-->

Sifat Koligatif Larutan Non Elektrolit : Pengertian , Penjelasannya Dan Beserta Contohnya


Hallo sobat pengunjung setia bisa juara , dipostingan ini mas akan membagikan materi mengenai Sifat koligatif larutan ?pastinya sudah ada dari sobat bisa juara yang tau apa itu sifat koligatif larutan ? nah bagi kamu yang belum tau ,jangan risau , kamu berada ditempat nih untuk belajar , baca sampai habis ya , salam bisa juara  ..

Sifat koligatif adalah Sifat dari larutan ditentukan oleh jenis dan jumlah partikel zat terlarut. Nah Sebagai contohnya  rasa asin dari suatu larutan garam yang bertambah asin dengan bertambahnya jumlah partikel garam yang larut. Demikian pula rasa manis dari larutan gura yang akan semakin bertambah manis dengan bertambahnya jumlah partikel gula yang larut.

Apabila kita perhatikan kebiasaan orang dalam kehidupan sehari-hari misalnya memasak, bahan-bahan yang dimasak seperti garam dan bumbu lainnya selalu ditambahkan setelah air mendidih. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan adalah bagaimana air dalam tanah dapat sampai ke daun tumbuhan serta mengapa hewan lunak seperti lintah akan mati apabila permukaan tubuhnya dibubuhi garam? Semua gejala ini dapat dijelaskan dengan sifat koligatif larutan. Zat elektrolit menghasilkan jumlah partikel berbeda dengan zat terlarut non-elektrolit, meskipun banyak mol kedua jenis zat adalah sama. Hal ini menyebabkan perbedaan sifat koligatif larutan encer nonelektrolit dan elektrolit.

Sifat Koligatif Larutan

1.    Penurunan Tekanan Uap

Tekanan uap adalah tekanan gas yang berada diatas zat cairnya di dalam tempat tertutup, di mana gas dan zat cair berada dalam kesetimbangan dinamis.
Jumlah uap diatas permkaan zat cair akan mencapai kejenuhan pada tekanan tertentu, sebab jika jumlah uap sudah jenuh akan terjadi pengembunan. Tekanan uap ini disebut tekanan uap jenuh. Jumlah partikel pelarut murni pada fase gas memberikan suatu tekanan yang disebut tekanan uap. Penurunan Tekanan Uap adalah berkurangnya tekanan uap suatu larutan relatif terhadap tekanan uap pelarut murninya.
“Semakin besar fraksi mol zat terlarut dalam larutan maka semakin besar tekanan uapnya”
Sejak 1887-1888, Fracis Marie Raoult telah mempelajari hubungan antara tekanan uap dan konsentrasi zat terlarut dan mendapatkan suatu kesimpulan bahwa:


























Pernyataan ini dikenal dengan Hukum Roult dan dapat dituliskan sebagai berikut:















Bagaimana jika terjadi penurunan tekanan uap larutan? jika kedalam pelarut dimasukkan zat terlarut yang sukar menguap maka tekanan uap pelarut tersebut akan turun. Mengapa demikian ? hal ini disebabkan karena antara molekul zat terlarut dengan molekul pelarut terjadi gaya tarik menarik. Dengan kata lain, molekul-molekul zat terlarut akan menghalangi penguapan zat pelarut, sehingga tekana uap larutan lebih rendah dari pada tekana uap pelarut murni.

2.    Kenaikan Titik Didih

Suatu zat cair akan mendidih jika tekanan uap jenuh zat cair itu sama dengan tekanan udara di sekitarnya. Apanila air cair murni dipanaskan pada tekanan 1 atm (760 mmHg) maka air akan mendidih pada temperature 100◦C, karena pada temperature itu tekanan uap air sama dengan tekanan ydara disekitarnya. Temperature pada tekanan uap jenih zat cair yang sama dengan 1 atm disebut titik didih normal zat cair itu.

Apa yang terjadi jika gula dilarutkan kedalam air ? dengan sendirinya tekanan uap larutan gula akan turun. Semakin banyak gula dilarutkan, semakin besar penurunan tekanan uapnya, sehingga pada temperature 100◦C larutan gula belum mendidih sebab tekanannya kurang dari 760mmHg. Larutan itu memerlukan temperature yang lebih tinggi lagi agar tekanan uap jenuhnya sama dengan tekanan udara di sekitarnya, karena adanya partikel-partikel zat terlarut dalam larutan yang menghalangi peristiwa penguapan partikel pelarut. Oleh karena itu, penguapan partikel-partikel pelarut membutuhkan energy yang lebih besar.

Selisih antara titik didh larutan dengan titik didih pelarut murni disebut kenaikan titik didih (∆Tb)







Hubungan kenaikan titik didh dengan konsentrasi larutan secara umum dapat dirumuskan sebagai berikut.





Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sifat Koligatif Larutan Non Elektrolit : Pengertian , Penjelasannya Dan Beserta Contohnya "

Post a Comment