-->

Sel Volta : Pengertian , Potensial Elektrode , Deret Volta, Proses Sel Volta


Halo sobat bisa juara , gimana kabar prestasi nya hari ini ? kamu udah baca buku belum ? jika belum
kamu bisa baca postingan ini untuk menambah wawasan kamu dibidang kimia ,  dan jika kamu udah membaca buku , postingan artikel ini akan menjadi referensi tambahan kamu dalam belajar ...
Dipostingan ini mas akan membahas materi sel elektrokimia ... ok lets go

nah teman teman sudah tau belum apa itu sel elektrokimia ?  Pada sel elektrokimia berlangsung proses elektrokimia, yaitu reaksi kimia yang menghasilkan arus listrik, atau sebaliknya, arus listrik menyebabkan terjadinya suatu reaksi kimia. Reaksi kimia dapat dibedakan menjadi reaksi yang berlangsung secara spontan dan tidak spontan. Berdasarkan kespontanan reaksinya, sel elektrokimia digabi menjadi dua jenis, yaitu sel volta dan sel elektrolisis.

Sel Volta (Sel Galvani)

Apakah Sel Volta itu ?
Sel volta merupakan jenis sel elektrokimia yang dapat menghasilkan energi listrik dari reaksi redoks yang berlangsung spontan. Sel volta disebut juga sel galvani. Penamaan sel volta dan sel galvani diberikan untuk menghargai jasa penemu kedua sel ini yaitu Alexander Volta dan Luigi Galvani.
Pada sel volta anode adalah kutub negatif dan katode adalah kutub positif. Anode dan katode yang berupa logam dicelupkan kedalam larutan elektrolit yang mengandung masing-masing ion logamnya. Kedua larutan dihubungkan dengan jembatan garam, sedangkan kedua elektrode dihubungkan dengan kawat. Listrik yang dihasilkan diukur dengan volt meter yang dipasngkan pada kawat.

Jembatan garam berisi garam dalam gelatin yang berfungsi menjaga kenetralan listrik dari kedua larutan sehingga aliran listrik tidak terputus. Contoh reaksi redoks spontan dalam sel volta yang menghasilkan energi listrik adalah reaksi antara seng dan tembaga. Setiap elektrode mengalami reaksi setengah sel. Anode mengalami reaksi oksidasi, sedangkan katode mengalami reaksi reduksi. Elektron yang dihasilkan dari reaksi oksidasi mengalir melalui kawat menuju larutan elektrolit yang dicelupi katode. Selanjutnya, elektron tersebut digunakan untuk menghasilkan reaksi reduksi membentuk logam.

Aliran elektron melalui kawat itulah yang menghasilkan sumber energi listrik.
Penulisan reaksi kimia dalam sel volta menggunakan diagram sel. Reaksi pada anode ditulis disebelah kiri sedangkan reaksi katode ditulis sebelah kanan.
Anode | larutan || larutan | katode
Jadi, diagram sel untuk  reaksi Zn dan Cu pada sel volta dapat ditulis sebagai berikut :
Zn | Zn2+ || Cu2+ | Cu
Diagram sel tersebut mengandung arti bahwa pada anode terjadi reaksi oksidasi Zn menjadi Zn2+ sedangkan katode menjadi reduksi ion Cu2+ menjadi Cu. Dua garis sejajar menyatakan jembatan garam.

Fungsi Jembatan Garam
Dalam larutan ZnSO4 terjadi kenaikan jumlah ion Zn2+ dan dalam larutan CuSO4 terjadi penurunan jumlah ion Cu2+. Sedangkan banyaknya kation (Zn2+ atau Cu2+) harus setara dengan anion S. Untuk menyetarakan kation dan anion, maka ke dalam larutan ZnSO4 masuk anion Cl– dari jembatan garam sesuai bertambahnya ion Zn2+.
Pada larutan CuSO4 terjadi kekurangan Cu2+ atau dapat disebut terjadi kelebihan ion, maka ion masuk ke jembatan garam menggantikan Cl– yang masuk ke larutan ZnSO4.
Jadi, fungsi jembatan garam adalah menyetarakan kation dan anion dalam larutan.

1)    Proses Sel Volta


nah sobat bisa juara bisa dilihat dari gambar diatas  dapat dijelaskan proses sel volta: Logam tembaga dicelupkan dalam larutan CuSO4 (1M) dan logam seng dicelupkan dalam larutan ZnSO4 (1M). Kedua larutan dihubungkan dengan jembatan garam. Jembatan garam merupakan tabung U yang diisi agar-agar dan garam KCl. Sedangkan kedua elektrode (logam Cu dan logam Zn) dihubungkan dengan alat pe-nunjuk arus yaitu voltmeter. Logam Zn akan melepaskan elektron dan berubah membentuk ion Zn2+ dan bergabung dalam larutan ZnSO4. Elektron mengalir dari elektrode Zn ke elektrode Cu. Ion Cu2+ dalam larutan CuSO4 menerima elektron dan ion tersebut berubah membentuk endapan logam Cu. Reaksinya dapat dilihat :









Elektrode pada Sel Volta
Katode: Elektrode di mana terjadi reaksi reduksi, berarti logam Cu. Dalam sel volta disebut sebagai elektrode positif.
Anode : Elektrode di mana terjadi reaksi oksidasi, berarti logam Zn. Dalam sel volta disebut sebagai elektrode negatif.

     Deret volta
Pada tahun 1825, seorang ilmuan italia yang bernama alessandro Giuseppe volta  (1745-1827) berhasil menyusun beberapa unsur logam, air, hydrogen berdasarkan sifat reduktor dan oksidatornya susunan unsur-unsur tersebut di urutkan dari reduktor terkuat ( paling mudah teroksidasi) sampai reduktor lemah ( paling sukar teroksidasi).
K – Ba – Ca – Na – Mg – Al – Mn – (H2O) – Zn – Cr – Fe – Cd – Co – Ni – Sn – Pb – (H) – Cu – Hg – Ag – Pt – Au
Susunan unsur tersebut di namakan deret volta. Hal yang harus diketahui dalam deret volta adalah :
   1. Makin kiri letak logam deret volta, makin kuat sifat redoktor logam tersebut
   2. Logam dalam deret volta dapat mereduksi ion-ion logam sebelah kanannya, tetapi tidak dapat mereduksi ion-ion sebelah kiri nya.
  
Prinsip kerja sel volta

Pada dasarnya perindahan electron dapat di manfaatkan untuk menghasilkan arus listrik, yaitu dengan melewatkan electron dengan suatu penghantar. Arus listrik merupakan aliran muatan-muatan listrik, maka adanya aliran electron dalam sel volta dapat menghasilkan arus lisrik yang dapat di uji dengan menggunakan indikator berupa lampu, galvanometer, atau ampermeter. Karena arah arus listrik selalu dari kutup positif ke kutup negative, maka dapat disimpulkan bahwa dalam sel volta, katoda merupakan kutup positif, dan anoda merupakan kitup negative.
  
Notasi sel volta

Suatu sel volta biasanya dinyatakan dengan sebuah notasi sel atau diagram sel, yaitu anoda di tulis di sebelah kiri dan katoda di sebelah kanan yang dipisahkan oleh dua garis sejajar ( | | ). Anoda yang di tuliskan di sebelah kiri menyatakan reaksi oksidasi yang tiap fasa zat dalam oksidasi tersebut di tuliskan dengan lambang atom atau ion yang di pisahkan dengan garis tunggal (| ). Begitu juga dengan adodanya. Sementara itu dua garis sejajar mrnyatakan jembatan garam. (sunardi, 2008)
Luigi Galvani (1780) dan Alessandro Volta (1800) telah menemukan terbentuknya arus listrik dari reaksi kimia. Reaksi kimia yang terjadi merupakan reaksi redoks (reduksi dan oksidasi) dan alat ini disebut sel volta.


Potensial Elektrode dan Potensial Sel

Reaksi reduksi dapat menimbulkan potensial potensial listrik tertentu yang disebut potensial reduksi atau potensial elektrode dengan simbol E. Nilai E yang sebenarnya dari suatu reaksi reduksi yang tidak dapat dihitung, sebab tidak ada reaksi reduksi yang disertai reaksi oksidasi. Nilai E yang dignakan adalah nilai E relatif yang dibandingkan terhadap suatu elektrode standar. Jadi, nilai E lebih tepat disebut harga E°(potensial reduksi standar atau potensial elektrode standar).

Potensial elektrode berkaitan dengan reaksi redoks sehingga ada dua jenis potensial elektrode yaitu potensial reduksi dan potensial oksidasi mempunyai nilai yang sama dengan potensial reduksi dengan tanda berlawanan.
E° Oksidasi = -E° Reduksi
Contoh :
Reaksi Reduksi : Zn2+  + 2e⁻    → Zn                E° = -0,76 Volt
Reaksi Reduksi : Zn    → Zn2+  + 2e⁻        E° = +0,76 Volt

3)    Bagaimana Cara Mengukur Potensial Elektrode dan Potensial Sel?
Nilai potensial elektrode dapat diukur dengan menggunakan alat yang disebut volt meter. Oleh karena reaksi reduksi dan reaksi oksidasi tidak dapat di lakukan secara terpisah, penentuan potensial sel dilakukan dalam sel volta.
Dalam pengukuran potensial elektrode digunakan elektrode hidrogen sebagai pembanding. Elektrode hidrogen dapat bertindak sebagai anode atau katode bergantung pada jenis elektrode yang akan diukur  potensial.

4)    Bagaimana Cara Menghitung Potensial Sel?
Dengan mengetahui nilai potensial reduksi setiap zat yang bereaksi redoks, kita dapat menghitung potensial sel.
E° sel = E°sel katode - E° sel anode
Reaksi sel merupakan reaksi penjumlahan dari dua reaksi setengah sel, yaitu reaksi oksidasi dan reaksi reduksi. Untuk itu, jumlah elektron yang dilepaskan dan yang diterima harus setara. Jika belum, setarakan terlebih dahulu dengan cara menambahkan koefisien reaksi. Nilai potensial reduksi tidak berubah akibat penyetaraan ini.

5)    Bagaimana Menentukan Kespontanan Reaksi Redoks Menggunakan Potensial Sel?
Jika terjadi reaksi redoks dalam suatu sel elektrokimia, potensial sel setiap elektrode (anode dan katode ) dapat dihitung. Reaksi redoks berlangsung spontan jika potensial selnya bernilai positif. Sebaliknya, reaksi redoks tidak berlangsung spontan jika potensial selnya bernilai negatif.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sel Volta : Pengertian , Potensial Elektrode , Deret Volta, Proses Sel Volta "

Post a Comment