-->

Partikel Penyusun Atom , Nomor Atom Dan Massa Atom


Halo sobat bisa juara , gimana kabar prestasi nya hari ini ? kamu udah baca buku belum ? jika belum
kamu bisa baca postingan ini untuk menambah wawasan kamu dibidang kimia ,  dan jika kamu udah membaca buku , postingan artikel ini akan menjadi referensi tambahan kamu dalam belajar ...
Dipostingan ini mas akan membahas materi Partikel Penyusun Atom , Nomor atom Dan masa atom

Pada awal abad ke-20, para ahli meyakini bahwa atom terdiri atas inti atom uang berukuran kecil dan elektron-elektron yang berada sebagai awan di seputar inti atom. Inti atom terdiri atas proton dan neutron. Jadi, dapat dikatakan bahwa partikel pembentuk atom sebagai berikut:
a.    Atom terdiri atas tiga macam partikel dasar, yaitu proton, neutron, dan elektron
b.    Proton dan neutron berada dalam inti atom
c.    Elektron berada dalam ruang di seputar inti.

1. Partikel Penyusun Atom : Elektron
Pada tahun 1897, fisikawan asal Inggris, Joseph John Thomson (1856-1940), membuktikan dengan eksperimen bahwa partikel sinar katode tidak bergantung pada bahan katode. Semua bahan katode hanya menghasilkan satu jenis partikel sinar katode yang bermuatan listrik negatif. Eksperimen dilakukan Thomson dengan mengamati dua plat elektrode dalam tabung vakum. Ketika dua plat elektrode tersebut dihubungkan dengan sumber tegangan tinggi, dari elektrode negatif (katode) menjalar sinar menuju ke elektrode positif (anode). Sinar yang keluar dari katode itu disebut sinar katode dan tabung vakum tadi dinamakan tabung sinar katode. Sinar katode dibelokkan oleh muatan listrik ke arah kutub positif. Dari eksperimen ini diperoleh kesimpulan bahwa sinar katode yang dibelokkan oleh muatan listrik ke arah kutub positif merupakan partikel yang bermuatan listrik negatif. Partikel itu oleh Thomson disebut elektron dan diberi lambang:
                -1e0
e      = lambang elektron
-1     = muatan
0      = massa (pembulatan dari 0,00005555 sma)
Sma = satuan massa atom

Thomson mengungkapkan sifas-safat sinar  katode berikut ini
1). Dipancarkan oleh katode dalam sebuah tabung hampa jika dilewatkan arus listrik bertegangan tinggi.
2). Merambat dalam garis lurus menuju anode.
3). Jika membentur gelas, maka gelas berpendar (berfluoresensi). Dengan adanya fluoresensi ini, kita dapat mengetahui adanya sinar katode karena  sinar katode tidak terlihat oleh mata.
4) Dapat dibelokkan oleh medan listrik dan medan magnet ke kutub positif. Oleh karena itu, sinar katode bermuatan negatif.
5) Sinar itu tidak bergantung  pada bahan elektrodenya. Hal itu berarti, setiap elektrode dapat memancarkan sinar katode. Jadi, setiap materi mengandung partikel dasar yang seperti sinar katode

2.  Partikel Penyusun Atom : Proton
Pada tahun 1886 Eugene Goldstein, fisikawan asal jerman, melakukan eksperimen dengan tabung sinar katode yang telah dimodifikasi, yaitu diberi lubang ditengah katode. Ternyata ada seberkas sinar yang berbeda dengan sinar katode yang melewati lubang katode dan bergerak dari arah anode. Sinar itu disebut sinar terusan atau sinar anode atau sinar positif. Kemudian pada tahun 1902, partikel tersebut dinamakan proton oleh Rutherford. Elektron-elektron dalam pergerakan dari katode menuju anode bertumbukan dengan atom-atom atau molekul-molekul gas. Atom atau molekul gas itu melepas elektron dan menjadi bermuatan positif. Partikel positif ini tertarik kearah katode dan sebagian lolos melalui lubang pada katode tersebut menjadi sinar anode. Partikel yang bermuatan positif disebut ion positif yang dinamakan proton dan diberi lambang:
                +1p1
p   = lambang proton
+1 = muatan
1      = massa (pembulatan dari 1,00758 sma)

Sifat-sifat sinar anode adalah sebagai berikut.
a) Merupakan radiasi partikel yang disebut dengan proton.
b) Dalam medan listrik atau magnet, dapat dibelokkan ke kutub negatif. Berarti sinar anode ini bermuatan positif.
c) Perbandingan muatan dan massanya e : m bergantung pada gas yang disikan pada tabung. Perbandingan  e : m  terbesar terjadi jika gas yang diisikannya adalah gas hidrogen.

3.  Partikel Penyusun Atom :  Neutron
Pada tahun 1920, Rutherford mengajukan hipotesis bahwa dalam inti atom harus ada partikel tidak bermuatan yang massanya hampir menyerupai massa proton. Dua tahun kemudian, hipotesis Rutherford berhasil dibuktikan oleh James Chadwick, fisikawan asal Inggris, melalui eksperimen yang dilakukannya yaitu dengan cara menembaki atom Berilium dengan sinar alfa (α). Dari hasil penembakan itu terdeteksi adanya partikel tidak bermuatan yang memiliki massa yang hampir sama dengan proton. Oleh karena bersifatl netral, partikel tersebut dinamakan neutron dan tergolong partikel dasar karena semua atom mengandung partikel tersebut, kecuali isotop hidrogen -1 ( 11H). Partikel neutron ditulis dengan lambang :
                        0n1
n = lambang neutron
0 = muatan
1 = massa (pembulatan)

Sifat-sifat sinar neutron adalah sebagai berikut.
a) Merupakan radiasi partikel yang disebut dengan neutron.
b) Dalam medan listrik atau magnet tidak dibelokkan ke kutub positif atau negatif. Berarti sinar neutron tidak bermuatan.
c) Massa sinar neutron hampir sama dengan massa sinar anode (proton) yaitu 1,6728 x 10-24 gram atau 1 sma.


Nomor Atom (Z) dan Nomor Massa (A)
Inti atom disusun menurut kenaikan muatan inti atomnya. Nomor atom unsur menyatakan muatan inti atau jumlah proton didalam inti suatu atom. Jumlah elektron sama dengan jumlah proton sehingga nomor atom juga menyatakan jumlah elektron yang ada didalam atomnya. Nomor atom biasa diberi tanda Z. Simbol unsur dengan nomor atomnya adalah zX. Partikel dasar suatu atom terdiri atas elektron,neutron dan proton. Massa elektron sangat kecil apabila dibandingkan dengan massa proton atau neutron. Massa suatu atom ditentukan oleh inti atom. Massa elektron-elektron didalam suatu atom dapat diabaikan terhadap massa inti atomnya.

Didalam inti atom terdapat proton dan neutron. Bilangan massa dari sebuah unsur sama dengan jumlah proton dan neutron yang terdapat didalam inti atom unsur tersebut.
            Massa atom (A) = jumlah proton (p) + neutron (n)
A sering disebut dengan nomor massa, sebagai pasangan dari nomor atom. Secara umum, nomor atom disimbolkan dengan Z, sedangkan nomor massa disimbolkan dengan A. Lambang atom lengkap dengan nomor atom dan nomor massa dituliskan sebagai berikut
    ZXA
X = lambang unsur
Z = nomor atom
A = nomor massa

contoh :
11Na21
Na = Natrium
Z   = 11
A   =  21

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Partikel Penyusun Atom , Nomor Atom Dan Massa Atom "

Post a Comment