-->

Korosi : Pengertian Korosi , Dan Konsep Dasar Terjadinya Korosi


Halo sobat bisa juara , gimana kabar prestasi nya hari ini ? kamu udah baca buku belum ? jika belum
kamu bisa baca postingan ini untuk menambah wawasan kamu dibidang kimia ,  dan jika kamu udah membaca buku , postingan artikel ini akan menjadi referensi tambahan kamu dalam belajar ...
Dipostingan ini mas akan membahas materi korosi ... ok lets go
nah sobat bisa juara , tau gak korosi itu apa sih ? lalu apa saja sih kerugian yang ditimbulkan oleh korosi , salah satu contoh korosi yaitu perkaratan.

KOROSI

    Korosi merupakan proses perusakan pada permukaan logam yang disebabkan oleh reaksi kimia. Korosi yang paling banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari – hari adalah perkaratan pada besi. Pada musim hujan tampak bahwa bahan – bahan dari besi tersebut ada kecenderungan mudah berkarat. Hal ini membuktikan bahwa air merupakan zat kimia yang ikut bertanggung jawab terhadap kerusakan logam besi tersebut.

Proses korosi banyak menimbulkan masalah pada barang-barang yang terbuat dari besi walaupun logam-logam lain (kecuali logam mulia) dapat juga mengalami korosi.Proses perkaratan pada besi dapat berlanjut terus sampai seluruh bagian dari besi hancur. Hal ini disebabkan oksida-oksida besi yang terbentuk pada peristiwa awal korosi akan menjadi katalis (otokatalis) pada peristiwa korosi selanjutnya. Hal itu berbeda dengan peristiwa korosi pada logam Al atau Zn.

Logam-logam ini tidak mulia bahkan mempunyai nilai E° lebih kecil dari besi berarti logam-logam ini lebih cepat teroksidasi. Namun oksida Al atau Zn yang terbentuk melekat pada logam bagian dalam dan bersifat melindungi logam dari proses korosi selanjutnya. Oleh sebab itu, logam Al atau Zn tidak akan hancur karena korosi seperti pada logam besi.

Konsep Dasar Terjadinya Korosi
a.    Kereaktifan logam

    Korosi logam ada yang berlangsung cepat dan ada yang berlangsung lambat. Ada logam yang tidak mengalami korosi sama sekali. Hal ini dapat dilihat pada kemampuan logam bereaksi (kereaktifan) logam tersebut dengan asam. Daftar deret logam yang mengurutkan kereaktifan logam terhadap asam disebut deret volta. Dalam deret volta, dari kiri ke kanan kereaktifan logam terhadap asam akan berkurang (semakin kecil).

deret kereaktifan logam terhadap asam (H+) atau deret volta

Jika logam Fe dan Zn dicampur dengan suatu asam maka akan terjadi reaksi redoks. Logam Zn lebih dikiri dibandingkan Fe. Logam Zn lebih mudah mengalami oksidasi dan banyak digunakan untuk membuat gas H2. Dengan demikian, logam murni dapat mengalami korosi atau kerusakan logam dengan adanya ion H+. korosi adalah reaksi oksidasi terhadap logam. Reaksi nya sebagai berikut :
    Fe(s) + 2H+(aq) → Fe2+(aq) + H2(g)

b.    Proses elektrokimia

    Apabila karbon menempel pada besi atau baja maka akan terjadi sebagai berikut :
•    Logam besi (Fe) akan berfungsi sebagai anode (-)
•    Karbon (C) akan berfungsi sebagai katode (+)
•    Gas O2 yang terlarut dalam air akan berfungsi sebagai elektrolit
•    Pada proses korosi besi berlangsung reaksi elektrokimia seperti pada sel volta.

c.    Zat – zat yang mempercepat korosi
    Selain H2O dan O2, ada zat – zat lain yang aktif mempercepat korosi yaitu zat – zat yang dapat berfungsi sebagai elektrolit. Misalnya NaCl dan gas pembentuk asam (CO2, SO2). Pada musim penghujan atau dalam suasan lembab, air dapat melarutkan gas karbon dioksida dan sulfur dioksida membentuk asam karbonat dan asam sulfit. Asam tersebut dapat berfungsi sebagai elektrolit dan melarutkan logam.

Reaksi nya sebagai berikut :
CO2(g) + H2O(l) → H2CO3(aq)
H2CO3(aq) + H2O(l)  → H3O+(aq) + HCO3-(aq)
Fe(s) + 2 H3O+ → Fe2+(aq) + H2(g) + 2H2O(l)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Korosi : Pengertian Korosi , Dan Konsep Dasar Terjadinya Korosi "

Post a Comment