-->

Ketetapan kesetimbangan ionisasi Air (Kw)

Halo sobat bisa juara , gimana kabar prestasi nya hari ini ? kamu udah baca buku belum ? jika belum kamu bisa baca postingan ini untuk menambah wawasan kamu dibidang kimia ,  dan jika kamu udah membaca buku , postingan artikel ini akan menjadi referensi tambahan kamu dalam belajar ...
Dipostingan ini mas akan membahas materi tetapan kesetimbangan air ... ok lets go

Ketetapan kesetimbangan ionisasi Air (Kw)

Air murni merupakan larutan elektrolit lemah. Dengan menggunakan alat konduktometer yang sangat peka, hantaran arus listrik yang sangat lemah dapat dideteksi. Air murni mengalami ionisasi menghasilkan ion H+ dan OH- dalam jumlah yang sangat kecil.
H2O(l) ↔H+(aq) + OH-(aq)
Tetapan kesetimbangan air dirumuskan sebagai berikut.
Kw = [H+] + [OH-]

Konstanta kesetimbangan Kw dinamakan tetapan kesetimbangan air yakni hasil kali antara konsentrasi molar ion H+ dan OH- pada suhu tertentu. Pada suhu 250C, konsentrasi ion [H+] sama dengan konsentrasi ion [OH-], yaitu 10-7 M. Dengan demikian , pada suhu 250C:

Kw = [H+] + [OH-]
Kw = [10-7] + [10-7]
Kw = 10-14
Harga kw dipengaruhi oleh suhu. Pada suhu tinggi air yang terionisasi semakin banyak. Akibatya jumlah ion H+ dan ion OH- semakin besar dan nilai kw semakin besar.
Air memperlihatkan daya hantar listrik meskipun sangat lemah. Fakta ini    menunjukkan bahwa air dapat terionisasi menjadi ion H+ dan ion OH-. Persamaan kesetimbangan ionisasi air dapat dituliskan sebagai berikut!

H2O (l) ↔ H+ (aq) + OH- (aq)
Tetapan kesetimbangan ionisasi air dinyatakan dengan Kw
Kw pada temperature 25℃ = 10-14
Kw = [H+][OH-]
10-14 = [H+][OH-]
[H+] = [OH-], karena koefisiennya sama maka
[H+] = 10-7 dan [OH-] = 10-7

Konsep pH dan Perhitungan [H+] dan [OH-]

Konsentrasi proton dan ion hidroksida dalam air murni adalah sangat kecil. Karena mengalami kesulitan untuk menyebutkan jumlah yang kecil seperti 1 X 10-7, Penyederhanaan bilangan yang sangat kecil dengan harga logaritma negatifnya dikemukakan oleh ahli kimia Denmark, S.P.L Sorensen pada tahun 1909 dengan mengajukan konsep pH (p berasal dari kata potenz yang berarti pangkat dan H adalah tanda atom hidrogen)
Symbol pH digunakan sebagai singkatan dari power of Hidrogen (kekuatan Hidrogen). Symbol ini digunakan secara luas untuk mewakili konsentrasi ion Hidrogen dalam suatu larutan. Untuk mengonversi konsentrasi ion hydrogen kedalam pH, digunakan rumus berikut :

pH = - log [H+]
Oleh karena itu, untuk nilai [H+] = 1 X 10-7 pH nya adalah :
pH = - log [H+] = 1 × 10-7
Kw = [OH-] [H+]
1 X 10-14 =  [OH-] [H+]
14= - log  [OH-]  [H+] = pOH + pH
pH = 14- pOH

Nilai pH bervariasi dari 0 sampai 14. Kisaran nilai pH dari 0-7 berlaku untuk asam, sedangkan basa memiliki rentang pH 7-14. pH 7 berarti sifat larutannya netral. Asam dengan pH 0-2 termasuk larutan asam kuat, dan basa dengan pH 12-14 termasuk basa kuat. Semakin dekat nilai pH ke netral maka semakin lemah keasaman atau alkalinitasnya. Perhitungan ph bergantung pada konsentrasi ion hydrogen (H+). Hal yang sama berlaku pada pOH dan konsentrasi ion hidroksida (OH+). Karena itu pH mewakili kekuatan asam, sedangkan kebasaan suatu larutan diwakili pOH.

Perhitungan-perhitungan mengenai konsentrasi H+ atau OH- dalam suatu larutan selalu menyangkut bilangan-bilangan yang sangat kecil. Bilangan-bilangan ini dinyatakan dalam harga logaritma negatifnya.

pH = -log [H+] dan pOH = -log [OH-]
jadi pada air murni berlaku:
pH = -log [H+]
      = -log 10-7
      = 7

pOH = -log [OH]
         = -log 10-7 = 7
pH + pOH = 7+7= 14

Air bersifat netral karena [H+] = [OH-] = 10-7, sehingga pH dan pOH = 7. Harga Kw pada berbagai temperatur.
Untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan  suatu larutan digunakan standar eksponen ion hidrogen atau pH yang dinyatakan dengan 0 sampai 14.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Ketetapan kesetimbangan ionisasi Air (Kw)"

Post a Comment