-->

Ikatan Kovalen : Pengertian , Pembentukan , Kepolaran

Halo sobat bisa juara , gimana kabar prestasi nya hari ini ? kamu udah baca buku belum ? jika belum
kamu bisa baca postingan ini untuk menambah wawasan kamu dibidang kimia ,  dan jika kamu udah membaca buku , postingan artikel ini akan menjadi referensi tambahan kamu dalam belajar ...
Dipostingan ini mas akan membahas materi Ikatan Kovalen  .

Ikatan Kovalen

    Ikatan kovalen merupakan ikatan yang terjadi karena pemakaian bersama pasangan elektron. Pasangan elektron ini dapat berasal dari masing-masing atom yang saling berikatan. Ikatan yang terbentuk disebut sebagai ikatan kovalen. Apabila pasangan elektron yang digunakan berasala dari salah satu atom yang berikatan, maka ikatan yang terbentuk disebut dengan ikatan kovalen koordinasi.

1. Pembentukan ikatan kovalen
Umunya, ikatan kovalen dibentuk oleh atom-atom non logam. Jika atom-atom yang berikatan kovalen berasal dari atom sejenis, maka molekul yang terbentuk dinamakan molekul unsur. Adapun molekul yang terbentuk dari ikatan kovalen atom-atom yang tidak sejenis dinamakan molekul senyawa.

a. Pembentukan ikatan kovalen tunggal
Ikatan kovalen tunggal merupakan ikatan kovalen yang melibatkan pemakaian bersama satu pasang elektron oleh 2 atom yang berikatan. Contohnya ikatan yang terjadi antara 2 atom Cl.
Dalam mencapai kestabilnya, atom Cl memerlukan 1 elektron tambahan. Cl2 tidak mungkin membentuk ikatan ion kerena kemampuan kedua atom Cl untuk digunakan bersama-sama sehingga memenuhi hukum oktet.


b. Pembentukan ikatan kovalen rangkap
Ikatan kovalen rangkap merupakan ikatan kovalen yang melibatkan pemakaian bersama lebih dari 1 pasang elektron oleh 2 atom yang berikatan. Ada 2 jenis ikatan kovalen rangkap, yang ikatan kovalen rangkap 2 dan ikatan kovalen rangkap 3. Ikatan kovalen rangkap 2 melibatkan pemakaian bersama 2 pasang elektron oleh 2 atom yang berikatan. Sementara itu, ikatan kovalen rangkap 3 melibatkan pemakian bersama 3 pasang elektron oleh 2 atom yang berikatan. Contohnya ikatan kovalen rangkap 2, yaitu ikatan yang terjadi antara 2 atom O.

















2. Kepolaran Ikatan Kovalen
Prinsip dasar dari ikatan kovalen adalah pemakaian electron bersama oleh atom- atom yang berkaitan. Jika electron- elektron yang digunakan bersama tersebut cenderung lebih tertarik ke salah satu atom, akan terjadi pengutupan (polariasi). Maksudnya, setiap atom akan mempunyai muatan yang saling berlawanan, yaitu muatan positif dan muatan negatif.

Muatan parsialatom- atom dilambangkan dengan δ+ dan δ-. Arah tanda panah menyatakan atom yang cenderung lebih menarik electron. Ikatan kovalen seperti itudisebut ikatan kovalen polar.
Jika electron- electron yang digunakan bersama tersebar merata ke setiap atom yang berikatan atau daya tarik atom untuk menarik electron sama kuat, tidak akan terjadi polarisasi. Ikatan kovalen seperti itu disebut ikatan kovalen nonpolar. Biasanya, ikatan antara atom- atom yang sejenis membentuk ikatatan kovalen nonpolar.

a). Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kepolaran Molekul
(1). Selisih Keelektronegatifan
Molekul yang tersusun atas atom sejenis (ikatan kovalen nonpolar) pasti mempunyai selisih keeloktronegatifan sama dengan nol karena nilai keelektronegatifan 2 atom sejenis sama.

Selisih Keelektronegatifan Berbagai Jenis Ikatan


(2). Bentuk Geometri Molekul
Molekul yang bentuk geometrinya simetris akan bersifat nonpolar. Hal itu disebabkan ikatan kovalen polar yang terbentuk saling meniadakan. Adapun molekul yang bentuk geometrinya asimetris bersifat polar. Contoh dari molekul nonpolar adalah karbon dioksida (CO2).

(3). Menguji suatu kepolaran suatu zat
        Perbedaan antara ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen nonpolar adalah ikatan kovalen polar akan terpolarisasi membentuk muatan parsial. Karena bermuatan, senyawa polar tentu dapat menarik electron. Medan magnet dan medan listrik mempunyai muatan juga. Sifat ini dapat digunakan untuk menyelidiki kepolaran beberapa senyawa.
    Kita dapat menguji kepolaran suatu zat dengan cara mengalirkan zat tersebut atau larutannya, kemudian mendekatkannyadengan sepotong magnet. Jika dihasilkan aliran zat yang membelok, artinya zat tersebut bersifat polar. Sebaliknya, jika dihasilkan aliran zat yang tetap vertikal, artinya zat tersebut bersifat nonpolar.

3. Sifat- Sifat Fisika Senyawa Kovalen
    Senyawa kovalen mempunyai beberapa sifat, diantaranya:
    a). berwujud gas, cair, dan padat pada suhu kamar
    b). mempunyai titik didih dan titik leleh yang rendah
    c). kebanyakan tidak dapat menghantarkan listrik
    d). Umumnya bersifat lunak
        Molekul- molekul kovalen dapat saling berikatan membentuk kumpulan molekul. Ikatan yang terputus pada saat senyawa kovalen sederhana dipanaskan adalah ikatan antar molekul, bukan ikatan antaratom. Ikatan antarmolekul kovalen bersifat lemah sehingga untuk memutuskannyahanya diperlukan energy yang kecil. Oleh karena itu, titik didh dan titik leleh molekul dari senyawa kovalen sangat kecil.

Ikatan antarmolekul yang lemah juga menyebabkan pergerakan partikel – partikel lebih bebas sehingga sebagian besar senyawa kovalen berwujud cair dan gas. Begitu juga dengan sifat senyawa kovalen sederhana yang bersifat lunak dan mudah rapuh dikarenakan ikaan antarmolekul yang lemah sehingga susunan partikel senyawa kovalen yang berwujud padat akan mudah bergeser. Sebagian senyawa kovalen tidak dapat menghantarkan listrik. Senyawa kovalen tersusun atas molekul- molekul (bukan ion) sehingga muatannya bersifat netral. Listrik hanya dapat dihantarkan oleh partikel- partikel ion.

    Sifat Senyawa Kovalen Raksasa
Senyawa kovalen raksasa adalah senyawa kovalen yang memiliki struktur molekul cukup besar. Sifat senyawa kovalen raksasa sangat dipengaruhi oleh struktur molekulnya. Senyawa ini memiliki titik didih dan titik leleh yang sangat tinggi, sedangkan daya hantar dan kekerasannya bervariasi.

Contoh dari senyawa kovalen raksasa adalah grafit, intan, dan silicon. Ikatan kovalen yang terbentuk pada senyawa- senyawa ini sangat kuat sehingga intan dan silikonmempunyai sifat keras(grafit tetap rapuh).Pada saat dipanaskan, diperlukan energy yang sangat besar untuk memutuskan ikatan kovalen raksasayang sangat kuat. Faktor inilah yang menyebabkan titik didih dan titk leleh senyawa kovalen raksasa sangat besar.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Ikatan Kovalen : Pengertian , Pembentukan , Kepolaran"

Post a Comment