-->

Latihan Soal Bentuk Geometri Molekul Beserta Pembahasannya

soal latihan geometri molekul
Hallo sobat pengunjung bisa juara , dipostingan ini mas akan membagikan beberapa kumpulan soal mengenai bentuk geometri beserta pembahasannya , nah kita  bahas sampai tuntas yuk soal nya dibisa juara ini ... 

1. Diketahui atom unsur X mempunyai jumlah proton 20 dan neutron 20 , maka konfigurasi elektron X2+  yang paling tepat adalah ….
a.    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2
b.    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
c.    1s2 2s2 2p6 3s2 3p2
d.    1s2 2s2 2p6 3s2
e.    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1
Jawaban: B
Pembahasan:
20X : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p2 4s2
Ion X2+ adalah atom X yang kehilangan 2 elektron terluarnya, sehingga konfigurasi elektron dari X2+ yang paling tepat adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6.

2.  Konfigurasi elektron :
X : [Ne] 3s2 3p5
Y : [Ar] 4s2 3d10 4p4
Rumus molekul dan bentuk molekul dari senyawa yang terjadi jika kedua unsur tersebut berikatan sesuai aturan oktet adalah….
a. XY2 dan linear
b. YX2 dan bentuk V
c. XY2 dan bentuk V
d. YX2 dan linear
e.  X2Y2 dan trigonal bipiramida
Jawaban : B
Pembahasan:
X : [Ne] 3s2 3p5 (menerima 1 elektron)
Y : [Ar] 4s2 3d10 4p4 (menerima 2 elektron
Senyawa yang terbentuk adalah YX2 artinya X menangkap 1 elektron dan Y menangkap 2 elektron),
Bentuk molekul dapat ditenrukan dengan urutan sebagai berikut:
Pasangan elektron =
Pasangan pusat = pasangan elektron – (3 x jumlah atom ujung)= 10 – (3 x 2 ) = 4
PEB = pasangan pusat – PEI = 4 – 2 = 2
Jadi notasi VSEPR = AX2E2
Bentuk molekulnya bentuk V dan rumus molekul YX2


3.    Diketahui konfigurasi elektron:
Si : [Ne] 3s2 3p2
F : [He] 2s2 2p5
Jika kedua unsur tersebut membentuk senyawa, bentuk molekul yang terjadi sesuai aturan oktet adalah ….
a. Linear
b. Segitiga bipiramida
c. Tetrahedral
d. Segitiga piramida
e. Oktahedral
Jawaban: C
Pembahasan:
Si : [Ne] 3s2 3p2 (4 elektron valensi)
F : [He] 2s2 2p5 (7 elektron valensi)
Unsur Si mempunyai 4 elektron terluar. Agar tercapai kaidah oktet, keempatnya harus berikatan dengan F sehingga tidak terdapat elektron bebas. Sedangkan F hanya membutuhkan 1 elektron dari Si sehingga dibutuhkan 4 unsur F agar terbentuk senyawa SiF4
•    Atom pusat : Si
•    PEI : 4
•    PEB : ½ (4 – 4) = 0
•    Tipe molekul : AX4
•    Bentuk molekul : Tetrahedral
Jadi bentuk molekul yang terjadi dari senyawa yang dibentuk oleh Si dan F sesuai kaidah oktet adala tetrahedral.

4.  Jika atom  4X dan 17Y berikatan , bentuk molekul dari senyawa yang terbentuk adalah ….
a. Segiempat planar
b. Linear
c. Tetrahedral
d. Octahedral
e. Bentuk V
Jawaban : C
Pembahasan :
4X :1s2 2s2
17Y : 1s2 2s2 2s6 3s2 3p5
Senyawa yang terbentuk adalah XY4 artinya X menangkap 4 elektron dan Y menangkap 1 elektron), Bentuk molekul dapat ditentukan dengan urutan sebagai berikut:

PEI = jumlah atom – 1= 5 – 1 = 4
Pasangan pusat = pasangan elektron –(3 x jumlah atom ujung)= 16 – (3 x 4 ) = 4
PEB = pasangan pusat – PEI = 4 – 4 = 0
Jadi notasi VSEPR = AX3E0
Bentuk molekulnya tetrahedral dan bersifat polar karena asimetris (mempunyai PEB)

5.  Konfigurasi elektron :
N = 1s2 2s2 2p3
Cl = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3
Bentuk molekul dari senyawa yang terjadi jika kedua unsur tersebut berikatan sesuai aturan oktet adalah ….
a.    Bengkong ( V )
b.    Bentuk T 
c.    linear
d.    Segitiga bipiramida
e.    Segiempat piramida
Jawaban : B
Pembahasan :
Senyawa yang terbentuk adalah NCl2 (Cl menangkap 2 elektron dan N menangkap 1 elektron). Bentuk molekul dapat ditentukan dengan urutan sebagai berikut:
Pasangan elektron =
PEI = jumlah atom – 1= 4 – 1 = 3
Pasangan pusat = pasangan elektron –(3 x jumlah atom ujung)= 12 – (3 x 3 ) = 4
PEB = pasangan pusat – PEI = 4 – 3 = 1
Jadi notasi VSEPR = AX3E1
Bentuk molekulnya segitiga piramida dan bersifat polar karena asimetris (mempunyai PEB)

6.  Diketahui keelektronegatifan suatu unsur F,Cl,Br,dan I berturut turut 4,3,2.8,dan 2,5. Senyawa berikut yang paling polar adalah:
a. F, Cl
b. I, Br
c. I,Cl
d. F, Br
e. I, F
Jawaban: e
Pembahasan :
F, Cl (perbedaan keelektronegatifan = 4 – 3 =1)
I, Br (perbedaan keelektronegatifan = 2.5 -2.8 = 0.3)
I,Cl (perbedaan keelektronegatifan = 2.5 – 3 = 0.5)
F, Br (perbedaan keelektronegatifan = 4 – 2.8 = 1.2)
I, F (perbedaan keelektronegatifan = 2.5 – 4 = -1.5)
“semakin besar keelektronegatifan semakin besar suatu senyawa”
7. Urutan kepolaran senyawa berikut ini dari terbesar sampai terkecil adalah:
a. NaF, NaCl, KBr, HBr
b. NaCl, KBr, HBr, NaF
c. KBr, HBr, NaF, NaCl
d. HBr, NaF, NaCl, KBr
e.  KBr, NaCl, NaF, HBr
jawaban: e
pembahasan:
KBr (momen dipol = 10.269)
NaCl (momen dipol = 9.001)
NaF (momen dipol = 8. 156)
HBr (momen dipol = 0.828)
“semakin besar momen dipol menyebabkan semakin besar kepolaran suatu senyawa.”

8. Unsur Be memiliki konfigurasi elektron 1s2, 2s2, 2p6, 3s2, dan unsur Cl memiliki kofigurasi elektron 1s2, 2s2, 2p6, 3s2, 3p5. Bentuk molekul yg terjadi bila kedua unsur terjadi ikatan menurut aturan oktek adalah....
a.    Bentuk V
b.    Linear
c.    Tetrahedral
d.    Oktahedral
e.    Segitiga piramida
Jawaban : E
Pembahasan  :
Be : 1s2, 2s2, 2p6, 3s2 ( ada dua elektro valensi )
Cl  : 1s2, 2s2, 2p6, 3s2, 3p5.( ada 7 eletron valensi ).
Senyawa yang terbentuk adalah BeCl2 (Cl menangkap 2 elektron dan Be menangkap 1 elektron).
Bentuk molekul dapat ditentukan dengan urutan sebagai berikut:
Jumlah electron valensi(EV) atom pusat : 2
Junlah domain elektron ikatan(x) = 2
Jumlah elektron bebas (E)
E = (EV-X)/2
E =(2-2)/2
E = 0
•    Atom pusat : Be
•    PEI : 2
•    PEB : 0
•    Tipe molekul : AX2
•    Bentuk molekul linear
Jadi bentuk molekul yang terjadi antara Be dan Cl adalah linear.

9.  Diketahui keelektronegatifan suatu unsur F,Cl,Br,dan I berturut turut 4,3,2.8,dan 2,5. Senyawa berikut yang paling polar adalah:
a.  F, Cl
b.  I, Br
c.  I,Cl
d.  F, Br
e.  I, F
Jawaban: e
Pembahasan :
F, Cl (perbedaan keelektronegatifan = 4 – 3 =1)
I, Br (perbedaan keelektronegatifan = 2.5 -2.8 = 0.3)
I,Cl (perbedaan keelektronegatifan = 2.5 – 3 = 0.5)
F, Br (perbedaan keelektronegatifan = 4 – 2.8 = 1.2)
I, F (perbedaan keelektronegatifan = 2.5 – 4 = -1.5)
“semakin besar keelektronegatifan semakin besar suatu senyawa”

10.  Urutan kepolaran senyawa berikut ini dari terbesar sampai terkecil adalah:
a.  NaF, NaCl, KBr, HBr
b.  NaCl, KBr, HBr, NaF
c.  KBr, HBr, NaF, NaCl
d.  HBr, NaF, NaCl, KBr
e.  KBr, NaCl, NaF, HBr
jawaban: e
pembahasan:
KBr (momen dipol = 10.269)
NaCl (momen dipol = 9.001)
NaF (momen dipol = 8. 156)
HBr (momen dipol = 0.828)
“semakin besar momen dipol menyebabkan semakin besar kepolaran suatu senyawa.”

11.  Unsur Be memiliki konfigurasi elektron 1s2, 2s2, 2p6, 3s2, dan unsur Cl memiliki kofigurasi elektron 1s2, 2s2, 2p6, 3s2, 3p5. Bentuk molekul yg terjadi bila kedua unsur terjadi ikatan menurut aturan oktek adalah....
a.    Bentuk V
b.    Linear
c.    Tetrahedral
d.    Oktahedral
e.    Segitiga piramida
Jawaban : E
Pembahasan  :
Be : 1s2, 2s2, 2p6, 3s2 ( ada dua elektro valensi )
Cl  : 1s2, 2s2, 2p6, 3s2, 3p5.( ada 7 eletron valensi ).
Senyawa yang terbentuk adalah BeCl2 (Cl menangkap 2 elektron dan Be menangkap 1 elektron).
Bentuk molekul dapat ditentukan dengan urutan sebagai berikut:
Jumlah electron valensi(EV) atom pusat : 2
Junlah domain elektron ikatan(x) = 2
Jumlah elektron bebas (E)
E = (EV-X)/2
E =(2-2)/2
E = 0
•    Atom pusat : Be
•    PEI : 2
•    PEB : 0
•    Tipe molekul : AX2
•    Bentuk molekul linear
Jadi bentuk molekul yang terjadi antara Be dan Cl adalah linear.

12.    Urutan kepolaran senyawa dibawah ini dari terkecil sampai terbesar adalah..
a.    CO2 - CH3COCH3 - HF
b.    CO2 – HF - CH3COCH3
c.    CH3COCH3 - CO2 - HF
d.    CH3COCH3 - HF - CO2
e.    HF - CO2 - CH3COCH3
jawaban: b
Pembahasan:
CO2 → 0
HF → 2.8
CH2COCH3 →1.91
“Semakin besar momen dipol maka kepolarannya semakin besar, semakin kecil momen dipol semakin kecil kepolaran”

13.  Senyawa dibawah ini yang kepolarannya paling rendah adalah...
a.  NO
b.  CIF
c.  HBr
d.  NaCl
e.  KF
jawaban : a
Pembahasan:
NO (momen dipol = 0.159)
CIF (momen dipol = 0.888)
HBr (mpomen dipol = 0.828)
NaCl (momen dipol = 9.001)
KF (momen dipol = 8.593)
“semakin besar momen dipol menyebabkan semakin besar kepolaran suatu senyawa.”

14.  Senyawa dibawah ini yang bersifat nonpolar adalah...
a.  NaCl
b.  SO2
c.  CH4
d.  CH3Cl
e.  HCN
Jawaban: c
Pembahasan:
CH4
Ev C: 4
PEI : 4
PEB = EV – PEI = 4 – 4 = 0
PEB = 0 = Non polar
PEB > 0 = polar

15. Senyawa dibawah ini yang bersifat paling polar adalah...
a.  CO2
b.  H2O
c.  HCl
d.  NH3
e.  HI
jawaban : b
Pembahasan:
CO2 (momen dipol = 0)
H2O (momen dipol = 1.84)
HCl (momen dipol = 1.03)
NH3 (momen dipol = 1.46)
HI (momen dipol = 0.38)
“Semakin besar momen dipol maka kepolarannya semakin besar, semakin kecil momen dipol semakin kecil kepolaran”

Bagaimana sobat sobat bisa juara ... udah makin paham latihan bentuk geometri molekul ? asah terus kemampuan mu ya dilatihan latihan soal dibisa juara ini ya
1.  

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Latihan Soal Bentuk Geometri Molekul Beserta Pembahasannya"

Post a Comment